Bos Mata-mata Rusia: AS Tak Terima Kenyataan Bukan Lagi Hegemoni Global

Selasa, 28 September 2021 - 10:40 WIB
loading...
Bos Mata-mata Rusia:...
Kepala Badan Intelijen Asing (SVR) Rusia, Sergey Naryshkin, sebut AS tak terima kenyataan bukan lagi sebagai hegemoni global. Foto/TASS
A A A
MOSKOW - Bos mata-mata Rusia , Sergey Naryshkin, mengatakan Amerika Serikat (AS) tidak mau menerima kenyataan bahwa Washington bukan lagi berperan sebagai hegemoni global.

Naryshkin, kepala Badan Intelijen Asing (SVR) Rusia, mencontohkan kekacauan dalam penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan akibat salah perhitungan sendiri.

Baca juga: Rezim Kim Jong-un Tembakkan Rudal Misterius saat Dubes Korut Pidato di PBB

Menurutnya, AS gagal di Afghanistan karena salah menghitung kemampuannya sendiri dan ingin memasang model masyarakatnya sendiri di negeri orang.

“Apa yang terjadi di Afghanistan dengan penarikan terburu-buru dan melarikan diri dari pemerintah boneka adalah konsekuensi dari kebijakan destruktif Amerika, karena mencoba untuk memaksakan model pembangunan sosialnya di Afghanistan,” kata Naryshkin dalam sebuah wawancara dengan Oksana Boyko dari Russia Today, Senin (27/9/2021).

Bos mata-mata itu mengatakan kesalahan atas bagaimana situasi yang terjadi harus ditanggung oleh seluruh komunitas intelijen AS, termasuk CIA, serta Departemen Luar Negeri dan kantor penasihat keamanan nasional Gedung Putih.

"Saya juga yakin bahwa kepemimpinan AS memiliki semua intelijen tentang situasi di lapangan dan perkembangan potensial. Mereka tidak memperhitungkan satu hal—kemampuan mereka sendiri," katanya.

"Mereka tidak ingin menghadapi kebenaran, jika Anda mau. Dan kenyataannya adalah bahwa AS tidak lagi mampu memainkan peran hegemoni global, yang telah ditugaskan sendiri," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Jenazah Khamenei Disemayamkan...
Jenazah Khamenei Disemayamkan di Teheran, Prosesi Pemakaman Digelar Sepekan
Krisis Global Jadi Topik...
Krisis Global Jadi Topik Hangat Simulasi Sidang PBB di Bangkok, Delegasi Indonesia Mendominasi
Rekomendasi
Hydroplus Soccer League...
Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 Digelar di Kudus, 16 Tim Putri Berebut Gelar Musim Perdana
BTS Jadi Tamu Kehormatan...
BTS Jadi Tamu Kehormatan Argentina Jelang Konser Oktober Mendatang
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
Berita Terkini
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved