Ubah Kebijakan, China Izinkan Pasutri Miliki 3 Anak
Senin, 31 Mei 2021 - 20:52 WIB
loading...
Ini adalah perubahan kebijakan besar dari sebelumnya hanya dibatasi dua anak, setelah data terbaru menunjukkan penurunan dramatis dalam kelahiran di China. Foto/REUTERS
A
A
A
BEIJING - China mengumumkan bahwa pasangan yang sudah menikah diizinkan memiliki hingga tiga anak. Ini adalah perubahan kebijakan besar dari sebelumnya hanya dibatasi dua anak, setelah data terbaru menunjukkan penurunan dramatis dalam kelahiran di negara terpadat di dunia itu.
Pada tahun 2016, China membatalkan kebijakan satu anak yang telah berusia puluhan tahun, yang mengubahnya menjadi batasan dua anak. Namun, kebijakan itu gagal menghasilkan lonjakan kelahiran yang berkelanjutan karena tingginya biaya membesarkan anak di kota-kota China.
Menurut data sensus yang dilakukan sekali dalam satu dekade, menunjukkan bahwa populasi tumbuh pada tingkat paling lambat selama dekade terakhir sejak 1950-an.
Data juga menunjukkan tingkat kesuburan hanya 1,3 anak per wanita untuk tahun 2020 saja, setara dengan masyarakat lansia seperti Jepang dan Italia. Baca juga: AS Larang Impor dari Armada China Pengguna Buruh Kerja Paksa Indonesia
Menurut kantor berita China, Xinhua, perubahan itu telah disetujui selama pertemuan politbiro yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping.
Pada tahun 2016, China membatalkan kebijakan satu anak yang telah berusia puluhan tahun, yang mengubahnya menjadi batasan dua anak. Namun, kebijakan itu gagal menghasilkan lonjakan kelahiran yang berkelanjutan karena tingginya biaya membesarkan anak di kota-kota China.
Menurut data sensus yang dilakukan sekali dalam satu dekade, menunjukkan bahwa populasi tumbuh pada tingkat paling lambat selama dekade terakhir sejak 1950-an.
Data juga menunjukkan tingkat kesuburan hanya 1,3 anak per wanita untuk tahun 2020 saja, setara dengan masyarakat lansia seperti Jepang dan Italia. Baca juga: AS Larang Impor dari Armada China Pengguna Buruh Kerja Paksa Indonesia
Menurut kantor berita China, Xinhua, perubahan itu telah disetujui selama pertemuan politbiro yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping.
Lihat Juga :