Lawan AUKUS, China Didesak Bersiap Lakukan Serangan Nuklir Pertama

Sabtu, 25 September 2021 - 00:06 WIB
loading...
Lawan AUKUS, China Didesak...
Bom nuklir Amerika Serikat saat diuji coba di Enewetak Atoll, 30 Mei 1956. Foto/REUTERS/Stringer
A A A
BEIJING - China harus bersiap melakukan serangan nuklir pertama dan harus menyingkirkan kebijakan “bukan pengguna pertama” senjata pemusnah massal tersebut. Desakan itu disampaikan seorang diplomat seniornya untuk melawan AUKUS , aliansi baru yang dibentuk Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Australia.

Sha Zukang, diplomat senior yang merupakan mantan duta besar China untuk PBB, menyampaikan seruan itu dalam pertemuan puncak para pakar kebijakan nuklir negara tersebut.

Baca juga: Pakar Top China: Australia Tak Berotak Sekarang Jadi Target Perang Nuklir

”Inilah saatnya untuk memeriksa kembali dan menyempurnakan komitmen lama untuk hanya menggunakan nuklir sebagai pembalasan saat AS membangun aliansi militer dan karena meningkatkan kehadiran militernya di lingkungan kita,” katanya.

“Kebijakan Beijing saat ini—yang telah berlaku sejak 1960-an—telah memberi China landasan moral yang tinggi tetapi tidak sesuai. . .kecuali negosiasi China-AS setuju bahwa tidak ada pihak yang akan menggunakan [senjata nuklir] terlebih dahulu,” katanya, sebagaimana dikutip dari South China Morning Post, Jumat (24/9/2021).

Komentar Zukang—yang muncul saat China membangun ratusan silo rudal nuklir baru—penting karena Beijing sering menyampaikan perubahan kebijakan melalui diplomat senior. Badan yang dia ajak bicara—Asosiasi Kontrol dan Perlucutan Senjata China—secara resmi independen, tetapi memiliki ikatan kuat dengan Partai Komunis China.

Dia berbicara pada minggu yang sama ketika AS mengumumkan aliansi baru yang besar dengan Inggris dan Australia—dijuluki AUKUS—untuk menyediakan kapal selam bertenaga nuklir pertamanya, sebuah kemajuan teknologi besar yang jelas dirancang untuk mengimbangi kekuatan China di Indo-Pasifik.

Peringatan Zukang juga datang setelah aliansi lain antara AS, India, Jepang dan Australia—dijuluki Quad—di mana Presiden AS Joe Biden akan menjadi tuan rumah pertemuan puncak para pemimpin secara langsung hari Jumat. Sementara keempatnya bekerja sama dalam berbagai masalah keamanan, ancaman yang berkembang dari China menjadi agenda utama.

China menjadi kekuatan nuklir pada tahun 1964 dengan uji coba bom pertamanya yang berhasil, dan mengadopsi kebijakan “bukan pengguna pertama” empat tahun kemudian. Kebijakan itu menyatakan bahwa Beijing tidak akan pernah menjadi yang pertama menggunakan senjata nuklir dalam konflik, tetapi akan menggunakannya jika diserang terlebih dahulu.

Ini mencerminkan kebijakan yang diterapkan Rusia antara tahun 1982 dan 1993, meskipun ditinggalkan karena kekhawatiran bahwa keadaan tentaranya yang melemah setelah pecahnya Uni Soviet dapat mendorong serangan oleh AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Babak Kedua Prancis...
Babak Kedua Prancis vs Irak Tertunda Akibat Badai Petir
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Berita Terkini
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Infografis
Tegaskan Status Negara...
Tegaskan Status Negara Berdaulat, Taiwan Lawan China di PBB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved