Ngemplang Pajak, AS Ciduk Pejabat Perusahaan Gas Rusia
Jum'at, 24 September 2021 - 15:31 WIB
loading...
A
A
A
Departemen Kehakiman AS mengatakan mulai tahun 2005, Gyetvay diduga membuka rekening bank Swiss untuk menyimpan aset-asetnya. Pada satu ini, rekening ini memiliki nilai total lebih dari $93 juta.
“Selama beberapa tahun, Gyetvay diduga mengambil langkah-langkah untuk menyembunyikan kepemilikan dan kendalinya atas rekening asing dan aset terkait, seperti mencopot dirinya sendiri dan menjadikan istrinya saat itu, warga negara Rusia, pemilik rekening yang menguntungkan,” kata Departemen Kehakiman AS seperti dikutip dari Radio Free Europe, Jumat (24/9/2021).
Rilis berita itu tidak mengidentifikasi istri Gyetvay. Dikatakan Gyetvay, yang bekerja sebagai akuntan publik bersertifikat (CPA) di Amerika Serikat dan Rusia, memegang paspor AS dan Rusia.
Meskipun menjadi CPA, Gyetvay diduga tidak mengajukan pengembalian pajak AS tepat waktu, tidak mengajukan semua formulir yang diperlukan untuk rekening bank asing, dan beberapa pengembalian pajak yang dia ajukan diduga palsu, kata Departemen Kehakiman AS.
Departemen Kehakiman AS mengatakan Gyetvay dijadwalkan hadir di pengadilan pada 23 September.
Baca juga: Rusia Blokir Rencana AS Bangun Pangkalan Militer di Asia Tengah
“Selama beberapa tahun, Gyetvay diduga mengambil langkah-langkah untuk menyembunyikan kepemilikan dan kendalinya atas rekening asing dan aset terkait, seperti mencopot dirinya sendiri dan menjadikan istrinya saat itu, warga negara Rusia, pemilik rekening yang menguntungkan,” kata Departemen Kehakiman AS seperti dikutip dari Radio Free Europe, Jumat (24/9/2021).
Rilis berita itu tidak mengidentifikasi istri Gyetvay. Dikatakan Gyetvay, yang bekerja sebagai akuntan publik bersertifikat (CPA) di Amerika Serikat dan Rusia, memegang paspor AS dan Rusia.
Meskipun menjadi CPA, Gyetvay diduga tidak mengajukan pengembalian pajak AS tepat waktu, tidak mengajukan semua formulir yang diperlukan untuk rekening bank asing, dan beberapa pengembalian pajak yang dia ajukan diduga palsu, kata Departemen Kehakiman AS.
Departemen Kehakiman AS mengatakan Gyetvay dijadwalkan hadir di pengadilan pada 23 September.
Baca juga: Rusia Blokir Rencana AS Bangun Pangkalan Militer di Asia Tengah
Lihat Juga :