Normalisasi dengan Israel, Sudan Tak Lagi Dukung Hamas
Jum'at, 24 September 2021 - 04:52 WIB
loading...
A
A
A
Sudan menandatangani kesepakatan normalisasi dengan Israel tahun lalu sebagai bagian dari Kesepakatan Abraham. Negara lain yang melakukan hal serupa adalah Uni Emirat Arab, Bahrain dan Maroko.
Baca juga: Wanita Pelatih Seks Dibunuh Suaminya karena Cemburu, Dilempar dari Gedung 40 Meter
Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, membantah kepada AFP bahwa mereka memiliki investasi di Sudan.
"Kami tidak memiliki masalah dengan agen Sudan mana pun," kata juru bicara Hamas, Hazem Qassem.
Pejabat Hamas lainnya juga membantah adanya kaitan dengan penyitaan aset-aset perusahaan di Sudan. “Beberapa dari apa yang dilaporkan di sini sudah uzur. Sebagian besar tidak ada hubungannya dengan Hamas,” kata pejabat Hamas, Moussa Abu Marzouk.
Bashir mengambil alih kekuasaan dalam kudeta yang didukung kelompok Islam 1989 yang memulai tiga dekade "pemerintahan tangan besi".
Setelah protes massal nasional, militer menggulingkannya pada April 2019, yang kemudian mengarah pada kesepakatan pembagian kekuasaan antara faksi sipil dan militer pada akhir tahun itu. Bashir kemudian dihukum karena korupsi dan dipenjara.
Terlepas dari kekayaan minyak, Sudan di bawah pemerintahannya adalah—dan tetap—salah satu negara paling tidak berkembang di dunia.
Baca juga: Wanita Pelatih Seks Dibunuh Suaminya karena Cemburu, Dilempar dari Gedung 40 Meter
Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, membantah kepada AFP bahwa mereka memiliki investasi di Sudan.
"Kami tidak memiliki masalah dengan agen Sudan mana pun," kata juru bicara Hamas, Hazem Qassem.
Pejabat Hamas lainnya juga membantah adanya kaitan dengan penyitaan aset-aset perusahaan di Sudan. “Beberapa dari apa yang dilaporkan di sini sudah uzur. Sebagian besar tidak ada hubungannya dengan Hamas,” kata pejabat Hamas, Moussa Abu Marzouk.
Bashir mengambil alih kekuasaan dalam kudeta yang didukung kelompok Islam 1989 yang memulai tiga dekade "pemerintahan tangan besi".
Setelah protes massal nasional, militer menggulingkannya pada April 2019, yang kemudian mengarah pada kesepakatan pembagian kekuasaan antara faksi sipil dan militer pada akhir tahun itu. Bashir kemudian dihukum karena korupsi dan dipenjara.
Terlepas dari kekayaan minyak, Sudan di bawah pemerintahannya adalah—dan tetap—salah satu negara paling tidak berkembang di dunia.
Lihat Juga :