Normalisasi dengan Israel, Sudan Tak Lagi Dukung Hamas

Jum'at, 24 September 2021 - 04:52 WIB
loading...
A A A
Para pejabat Israel telah lama menuduh Sudan di bawah Bashir sebagai basis dukungan bagi kelompok militan Palestina.

Pada 2012, Sudan menyalahkan Israel karena menyerang sebuah pabrik militer di Khartoum, yang mengarah pada spekulasi bahwa senjata Iran disimpan atau diproduksi di sana. Sudan membantah hubungan antara Hamas dan pabrik itu.

Pada Desember 2020, setelah AS menghapus Sudan dari daftar hitam negara sponsor terorisme menyusul janjinya untuk menormalkan hubungan dengan Israel, negara Arab di Afrika itu mencabut kewarganegaraan pemimpin tinggi Hamas, Khaled Mashaal, serta sekitar 3.000 warga negara asing lainnya yang dituduh terkait dengan kelompok teror.

Mashaal, yang mengepalai biro politik Hamas antara tahun 1996 dan 2017, telah diusir dari sejumlah negara Timur Tengah dan saat ini tinggal di Qatar.

Sebagai bagian dari kesepakatan yang akan dihapus dari daftar hitam, Sudan setuju untuk membayar USD335 juta untuk memberi kompensasi kepada para penyintas dan keluarga korban dari serangan terhadap kapal USS Cole pada tahun 2000 di lepas pantai Yaman dan serangan kembar tahun 1998 di Kedutaan Besar AS di Kenya dan Tanzania.

Serangan-serangan itu dilakukan setelah al-Bashir mengizinkan tempat perlindungan pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden di Sudan. Agen intelijen Israel menduga salah satu kepala perencana serangan kedutaan, Abdullah Ahmed Abdullah, tewas di Teheran awal tahun lalu.

Pemerintah transisi Sudan, yang mengambil alih kekuasaan berakhir pada tahun 2019 setelah penggulingan Bashir, juga setuju untuk mengakui Israel, tujuan utama bagi pemerintahan AS era Trump, meskipun Khartoum telah berusaha untuk mengecilkan hubungannya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Riri Riza Soroti Vonis...
Riri Riza Soroti Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim, Singgung Dissenting Opinion Hakim
Gugatan PMH Legalisir...
Gugatan PMH Legalisir Ijazah Jokowi Masuk Tahap Mediasi
Terjebak antara Cinta...
Terjebak antara Cinta Sejati dan Balas Budi dalam Microdrama Love Last Breath
Berita Terkini
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved