Pewaris Pendiri Zionis: Israel dan Perusahaan Zionis Dilahirkan dalam Dosa

Selasa, 21 September 2021 - 06:01 WIB
loading...
A A A
Menyesali kehadirannya yang berkelanjutan di Israel, dia mengatakan bahwa dia melihat dirinya sebagai "seorang kolaborator" yang bertentangan dengan keinginan sejatinya.

“Saya kolaborator paksa dengan negara kriminal. Aku di sini, aku tidak punya tempat untuk pergi. Karena usia saya, saya tidak bisa pergi kemana-mana,” tutur dia.

“Dan itu menggangguku. Setiap hari. Pengakuan ini tidak akan meninggalkan saya. Pengakuan bahwa pada akhirnya, Israel adalah negara yang menduduki dan melecehkan orang lain,” tegas dia.

Sharett juga mengecam perubahan Israel ke fundamentalisme agama dan ultra-nasionalisme. "Ketika saya melihat perdana menteri dengan kipah di kepalanya, saya merasa tidak enak," tambahnya.

"Ini bukan Israel yang ingin saya lihat. Bagaimana bisa tempat baru ini, yang membawa inovasi, menjadi tempat paling gelap, dikendalikan oleh ultra-Ortodoks nasionalis? Bagaimana bisa di sini dari semua tempat, ada reaksionisme dan fanatisme, mesianisme, keinginan untuk memperluas dan mengontrol orang lain?" ujar dia.
(sya)
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2315 seconds (11.97#12.26)