Pewaris Pendiri Zionis: Israel dan Perusahaan Zionis Dilahirkan dalam Dosa

Selasa, 21 September 2021 - 06:01 WIB
loading...
Pewaris Pendiri Zionis:...
Yaakov Sharett adalah pewaris keluarga pendiri Zionis dan putra Perdana Menteri Israel kedua, Moshe Sharett. Foto/youtube
A A A
TEL AVIV - Dalam perubahan politik yang luar biasa, Yaakov Sharett telah meninggalkan ideologi pendiri Zionis Israel yang pernah dia dan keluarganya perjuangkan.

Yaakov Sharett adalah pewaris keluarga pendiri Zionis dan putra Perdana Menteri (PM) Israel kedua, Moshe Sharett.

"Negara Israel dan perusahaan Zionis dilahirkan dalam dosa," tegas Sharett dalam wawancara dengan Haaretz.

Baca juga: Ngeri, Lahar Gunung Berapi Hancurkan Permukiman Warga Kepulauan Canary

Pria berusia 95 tahun itu berbicara panjang lebar tentang perjalanannya dari seorang pelayan setia Zionisme di Israel menjadi salah satu pengkritik yang paling keras.

Baca juga: Waspada, Asteroid Besar dengan Diameter 60 Meter Mendekati Bumi

Sharett lahir pada 1927 dan berasal dari keluarga yang terhubung dengan baik dari krim Yishuv, komunitas Yahudi di Palestina.

Baca juga: Istana Elysee: AS Tidak Pernah Sebut AUKUS, Tak Pernah Jawab Pertanyaan Prancis

Ayahnya adalah menteri luar negeri pertama Israel dan salah satu pemimpin Israel yang menandatangani Deklarasi Kemerdekaan Israel pada 1948.

Sharett juga dengan patuh melayani Israel sebagai anggota Shin Bet, badan keamanan Israel, dan membantu orang-orang Yahudi di Uni Soviet melarikan diri ke Israel.

Namun kini dia justru mengakhiri hari-harinya di Tel Aviv sebagai seorang anti-Zionis.

Sharett meramalkan hari-hari kelam bagi Israel setelah dia menghabiskan hampir sepanjang hidupnya untuk mengabdi pada Zionis.

"Dosa asal ini mengejar dan akan mengejar kita dan menggantung di atas kita," tutur Sharett mengacu pada pembersihan etnis Palestina sebelum penciptaan Israel pada 1948.

Lebih dari separuh masyarakat pribumi Palestina diusir dalam upaya membangun mayoritas Yahudi secara artifisial.

Sharett mengenang sejarah Zionisme dan kebangkitannya dalam komunitas Yahudi. Dia berargumen bahwa saat Zionisme menyerukan kepada orang-orang Yahudi untuk berimigrasi ke Israel, untuk mendirikan negara etno-nasionalis, satu konflik tercipta.

"Saya melihat dalam seluruh transformasi mayoritas (Arab) menjadi minoritas dan minoritas (Yahudi) menjadi mayoritas sebagai tidak bermoral," tegas Sharett.

"Pernahkah Anda melihat di mana pun di dunia di mana mayoritas akan setuju untuk menyerah pada penjajah asing yang mengatakan, 'nenek moyang kami ada di sini,' dan menuntut untuk memasuki tanah dan mengambil kendali?" Sharett bertanya secara retoris.

"Konflik itu melekat dan Zionisme menyangkal hal ini, mengabaikannya... karena proporsi orang Yahudi terhadap orang Arab berubah mendukung orang Yahudi, orang-orang Arab menyadari bahwa mereka kehilangan mayoritas. Siapa yang akan setuju dengan hal seperti itu?" tutur dia.

Menyesali kehadirannya yang berkelanjutan di Israel, dia mengatakan bahwa dia melihat dirinya sebagai "seorang kolaborator" yang bertentangan dengan keinginan sejatinya.

“Saya kolaborator paksa dengan negara kriminal. Aku di sini, aku tidak punya tempat untuk pergi. Karena usia saya, saya tidak bisa pergi kemana-mana,” tutur dia.

“Dan itu menggangguku. Setiap hari. Pengakuan ini tidak akan meninggalkan saya. Pengakuan bahwa pada akhirnya, Israel adalah negara yang menduduki dan melecehkan orang lain,” tegas dia.

Sharett juga mengecam perubahan Israel ke fundamentalisme agama dan ultra-nasionalisme. "Ketika saya melihat perdana menteri dengan kipah di kepalanya, saya merasa tidak enak," tambahnya.

"Ini bukan Israel yang ingin saya lihat. Bagaimana bisa tempat baru ini, yang membawa inovasi, menjadi tempat paling gelap, dikendalikan oleh ultra-Ortodoks nasionalis? Bagaimana bisa di sini dari semua tempat, ada reaksionisme dan fanatisme, mesianisme, keinginan untuk memperluas dan mengontrol orang lain?" ujar dia.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Rekor! Polisi Australia...
Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun
Rekomendasi
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved