Australia Berencana Sewa Kapal Selam dari AS atau Inggris

loading...
Australia Berencana Sewa Kapal Selam dari AS atau Inggris
Menhan Australia, Peter Dutton mengaku Canberra mungkin menyewa kapal selam dari AS atau Inggris, sambil menunggu kapal selam nuklir mereka rampung dibangun. Foto/REUTERS
CANBERRA - Australia mengaku dapat memilih untuk menyewa atau membeli kapal selam dari Amerika Serikat (AS) atau Inggris untuk sementara waktu, sambil menunggu kapal selam nuklir mereka rampung dibangun. Australia akan membangun armada kapal selam nuklir mereka, di bantu AS dan Inggris, di bawah pakta pertahanan baru.

Berbicara saat melakukan wawancara dengan Sky News, Menteri Pertahanan Australia, Peter Dutton ditanya apakah penyewaan kapal selam nuklir adalah kemungkinan untuk Canberra. Dutton mengatakan jawabanya adalah iya.

Dia menggarisbawahi bahwa diskusi yang relevan akan berlangsung dalam 12 hingga 18 bulan ke depan. Baca juga: Kisruh Proyek Kapal Selam, Prancis Tak Percaya Australia dalam Perundingan Dagang

“Pembicaraan bahwa Anda dapat membeli kapal selam bertenaga nuklir dan langsung mendapatkannya, tentu saja, tidak akurat atau benar,” kata Dutton, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (19/9/2021).



“Saya sudah bertemu dengan sejumlah rekan saya di sini dari sekretaris ke bawah dalam hal mereka yang membuat keputusan dan kami juga akan berdiskusi lebih lanjut dengan Inggris,” sambungnya.

Disinggung soal adanya kecaman dan penolakan terhadap akusisi kapal selam itu, khususnya dari Prancis. Dutton mengatakan, Australia harus mengambil keputusan cepat untuk memastikan keamanan mereka.

Dia secara gamblang menyebut bahwa perkembangan militer China menjadi alasan mengapa Australia “meninggalkan” kesepakatan dengan Prancis dan memilih untuk membangun kapal selam dengan AS, dan Inggris. Baca juga: Ribut dengan China, Australia Pernah Nyatakan Perang dengan Burung dan Kalah

Menurut Dutton, tingkat di mana China mengembangkan kapal selam, fregat, dan kapal induk mendorong negara-negara lain untuk meningkatkan produksi mereka sendiri. Australia, ujarnya, harus bertindak demi kepentingan nasionalnya.

“Sayangnya itulah dinamika yang kita jalani saat ini. Mengingat keadaan yang berubah di Indo-Pasifik, tidak hanya sekarang tetapi selama beberapa tahun mendatang, kami harus membuat keputusan yang sesuai dengan kepentingan nasional kami, dan itulah yang telah kami lakukan,” tukasnya.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top