Krisis Pengungsi Afghanistan, Dua Menteri Belanda Mengundurkan Diri

Sabtu, 18 September 2021 - 02:34 WIB
loading...
Krisis Pengungsi Afghanistan,...
Menteri Luar Negeri Sigrid Kaag (kiri) dan Menteri Pertahanan Belanda Ank Bijleveld (kanan). Foto/Kolase/Sindonews
A A A
AMSTERDAM - Menteri Pertahanan Belanda Ank Bijleveld pada Jumat (17/9/2021) mengatakan dia akan mengundurkan diri terkait penanganannya terhadap evakuasi pengungsi dari Afghanistan bulan lalu. Bijleveld menyusul langkah serupa yang sebelumnya telah diambil oleh Menteri Luar Negeri Belanda Sigrid Kaag.

Mayoritas parlemen pada hari Kamis mengatakan kedua menteri memikul tanggung jawab atas respon lambat pemerintah terhadap gelombang Taliban dan gagal mempersiapkan perjalanan yang aman bagi ribuan warga Afghanistan yang bisa memenuhi syarat untuk mendapatkan suaka di Belanda.

Kaag mengundurkan diri segera setelah mosi tidak percaya terhadap kedua menteri diterima.

Baca juga: Pria Ini Korban Salah Tangkap, Dikira Bos Mafia yang Lakukan Pengeboman

Bijleveld pada awalnya mengatakan dia akan tetap pada posisinya, tetapi mempertimbangkan kembali sehari kemudian menyusul kritik keras dari anggota partainya sendiri, Kristen Demokrat.

"Saya ingin menyelesaikan misi kami untuk membawa mereka yang masih berada di Afghanistan dan yang mengandalkan kami ke tempat yang aman," kata Bijleveld.

"Tapi posisi saya telah menjadi bahan diskusi, dan saya tidak ingin menghalangi pekerjaan penting orang-orang yang bekerja untuk saya," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters.

Baca juga: Taliban Buru Jaksa Wanita yang Ungkap Anak-anak Dipaksa Tanam Bom

Bijleveld adalah menteri keenam yang mengundurkan diri sejak pemerintahan Perdana Menteri Mark Rutte dijatuhkan oleh skandal subsidi pengasuhan anak pada Januari.

Sejak saat itu, pemerintah dalam status sementara karena upaya Rutte dan Kaag untuk membentuk pemerintahan baru terhenti setelah pemilihan umum enam bulan lalu.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Kapal Perang Belanda...
Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Kapten Kapal Pesiar...
Kapten Kapal Pesiar Terjangkit Hantavirus Bilang pada Penumpang: Pria yang Tewas Itu Tak Menular
Pria Pro-Nazi Hendak...
Pria Pro-Nazi Hendak Bunuh 2 Putri Kerajaan Belanda, Bawa Kapak Bertuliskan Mossad dan Sieg Heil
Media Belanda Bongkar...
Media Belanda Bongkar Penyebab Dean James Batal Gabung Timnas Indonesia
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
Berita Terkini
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved