Pria Ini Korban Salah Tangkap, Dikira Bos Mafia yang Lakukan Pengeboman

Rabu, 15 September 2021 - 03:56 WIB
loading...
Pria Ini Korban Salah Tangkap, Dikira Bos Mafia yang Lakukan Pengeboman
Sketsa wajah pemimpin mafia Cosa Nostra, Matteo Messina Denaro, 59, yang buron bertahun-tahun. Foto/The Times
A A A
AMSTERDAM - Seorang pria asal Inggris jadi korban salah tangkap polisi Belanda. Dia dikira bos mafia Cosa Nostra dari Sisilia, Italia, yang diburu karena melakukan pengeboman tahun 1993 dengan korban tewas 10 orang.

Mark L, 54, adalah seorang ayah asal Liverpool, Inggris, yang menggemari balapan Formula 1 (F1). Dia berada di Belanda untuk menonton Grand Prix Belanda ketika polisi menyerbu ke restoran tempat dia makan bersama putranya.

Mark ditangkap di bawah todongan senjata oleh polisi yang mengira dia adalah bos mafia yang dikenal sebagai "Diabolik".

Baca juga: Jenderal Top AS: Perang dengan Rusia dan China Akan Hancurkan Dunia

Diabolik adalah nama alias dari Matteo Messina Denaro, 59, pemimpin Cosa Nostra di Sisilia yang dicari para polisi karena pengeboman tahun 1993. Selain tewaskan 10 orang, pemboman kala itu juga melukai 93 orang lainnya.

Mark jadi korban salah tangkap polisi Belanda pada Rabu lalu. Polisi bertindak sebagai respons atas surat perintah kepolisian Italia. Pria Inggris itu ditutup matanya dan dibawa ke penjara dengan keamanan maksimum.

Dia akhirnya dibebaskan pada hari Sabtu, ketika polisi mengakui bahwa mereka telah menangkap orang yang salah.

Van Kleef, pengacara Mark, mengatakan kepada situs berita Belanda, Nos: “Saya akan jatuh dari kursi saya jika ini adalah mafia paling dicari di Italia. Saat dia membuka mulutnya, saya bisa mendengar aksen bahasa Inggris-nya."

“Bayangkan suatu saat Anda sedang makan dan selanjutnya Anda duduk di penjara Belanda dengan keamanan maksimum," ujarnya, seperti dikutip The Mirror, Selasa (14/9/2021).

Diabolik telah menjadi buronan sejak pemboman tahun 1993. Dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dalam sidang secara in absentia pada tahun 2002.
(min)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2212 seconds (11.97#12.26)