Tersiksa Lockdown, Napi Kabur 29 Tahun Balik Lagi ke Penjara

Jum'at, 17 September 2021 - 09:56 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Taliban Buru Jaksa Wanita yang Ungkap Anak-anak Dipaksa Tanam Bom

Penyelenggara penggalangan dana Peter Higgins, seorang pensiunan pengusaha lokal, mengatakan tujuannya adalah untuk mengumpulkan cukup uang untuk menyewa pengacara bagi Desic, mengeluarkannya dari penjara, mendapatkan atap di atas kepalanya dan memberi dia beberapa makna dan tujuan dalam hidupnya.

Menurut The Daily Telegraph, setelah menyerahkan diri, Desic mengatakan kepada polisi bahwa dia telah bertahan selama 29 tahun di pantai utara Sydney dengan bekerja sebagai buruh melakukan pekerjaan untuk uang tunai. Namun, lockdown terkait pandemi COVID-19 telah membuatnya bangkrut dan kehilangan tempat tinggal, yang mengapa dia akhirnya memutuskan untuk menyerahkan diri setelah sekian lama.

Polisi mengatakan bahwa Desic, yang lahir di negara bekas Yugoslavia, khawatir dia akan dideportasi ke negara asalnya di mana dia akan dihukum berat karena menghindari dinas militer.

"Dia mengatakan dia telah tinggal di Avalon, hanya melakukan pekerjaan kasar dan serabutan untuk mendapatkan uang selama hampir tiga dekade," kata seorang sumber polisi kepada Daily Telegraph.

Penduduk setempat Steven Meacham mengatakan kepada 7 News bahwa dia bersimpati dengan keadaan Desic.

"Sungguh menakjubkan bahwa lockdown akan cukup untuk membuat seseorang kembali ke penjara setelah 30 tahun, sangat buruk di luar sehingga Anda akan lebih baik di penjara," katanya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT,...
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT, Membela Gay Bakal Dipenjara 5 Tahun
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
THE Sustainability Impact...
THE Sustainability Impact Ratings 2026, Western Sydney University Raih Peringkat 3 Dunia
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Ngamuk! Iran Klaim Hancurkan...
Ngamuk! Iran Klaim Hancurkan 8 Lokasi Militer AS di Kuwait dan Bahrain
Rekomendasi
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
5 Alasan Tom Lembong...
5 Alasan Tom Lembong Ajukan Banding atas Vonis 4,5 Tahun Penjara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved