Israel Penuhi Tuntutan, Tahanan Palestina Batalkan Mogok Makan Massal

Kamis, 16 September 2021 - 09:35 WIB
loading...
Israel Penuhi Tuntutan, Tahanan Palestina Batalkan Mogok Makan Massal
Ratusan warga Palestina memprotes tindakan Israel terhadap para tahanan yang tidak manusiawi di Jabalia, Gaza, 8 September 2021. Foto/anadolu
A A A
TEL AVIV - Para tahanan Palestina di penjara Israel membatalkan mogok makan yang mereka rencanakan akan dimulai pada Jumat (17/9/2021).

“Pembatalan itu setelah Layanan Penjara Israel (IPS) menyetujui sejumlah tuntutan para tahanan, termasuk mengakhiri hukuman kolektif yang dijatuhkan pada mereka setelah pelarian enam tahanan dari penjara Gilboa pekan lalu,” ungkap pernyataan Masyarakat Tahanan Palestina (PPS).

Kantor berita WAFA melaporkan para tahanan berencana memulai mogok makan pada Jumat yang akan melibatkan 4.500 warga Palestina yang dipenjara di Israel.

Baca juga: PM Israel: Menciptakan Negara Palestina Akan Jadi Kesalahan Besar

PPS menerapkan tindakan hukuman terhadap semua tahanan menyusul kabar bahwa enam tahanan Palestina telah melarikan diri dari Penjara Gilboa dengan keamanan tinggi pekan lalu.

Baca juga: Australia Bangun Kapal Selam Nuklir, Prancis dan China Beri Respons Keras

Otoritas penjara melakukan berbagai tindakan seperti menggerebek sel, menyerang para tahanan, memindahkan mereka ke penjara lain, memisahkan mereka, mengisolasi beberapa tahanan, dan menolak hak-hak mereka, termasuk kunjungan keluarga dan membeli kebutuhan pokok dari kantin.

Baca juga: Video Viral! Taliban Temukan Rudal Balistik Buatan Soviet di Lembah Panjshir

Empat dari enam tahanan Palestina yang kabur dari penjara itu telah ditangkap, sementara dua orang masih buron.

Enam tahanan Palestina itu mampu membobol penjara dengan membuat lubang menggunakan sendok berkarat.

Lubang itu dibuat di bawah wastafel hingga tembus ke luar tembok penjara Israel.

Kasus kaburnya para tahanan itu membuat malu otoritas Israel yang selalu membanggakan penjara berkeamanan tinggi tersebut.
(sya)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2520 seconds (10.177#12.26)