Bos Mata-Mata AS Akui Ancaman Teror Terbesar Bukan dari Afghanistan

loading...
Bos Mata-Mata AS Akui Ancaman Teror Terbesar Bukan dari Afghanistan
Anggota Taliban berada di luar Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, 16 Agustus 2021. Foto/REUTERS
WASHINGTON - Selama penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) yang kacau dari Afghanistan, para politisi dan pejabat telah memperingatkan penarikan cepat dapat memicu kebangkitan kelompok teroris di Afghanistan.

Beberapa pihak mengantisipasi kembali bangkitnya kelompok al-Qaeda. Meski demikian, ancaman teror terbesar diakui bukan berasal dari Afghanistan.

“Ancaman teror terbesar bagi AS kini muncul di Yaman, Suriah, Irak, dan Somalia, bukan Afghanistan,” papar Direktur Intelijen Nasional AS Avril Haines.

Baca juga: Tokoh Senior Taliban: Wanita Seharusnya Tak Bekerja Bersama Pria



Pengungkapan itu muncul pada Senin (13/9/2021) selama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Intelijen dan Keamanan Nasional tahunan, yang dimulai di pinggiran kota Washington dan diperkirakan berakhir pada Selasa (14/9/2021).

Baca juga: Taliban Temukan 18 Batang Emas dan Uang Rp93 Miliar di Rumah Mantan Wapres Saleh

Meskipun pejabat intelijen AS terus mengawasi perkembangan yang terjadi di Afghanistan, Haines mengakui selama acara tersebut bahwa ancaman teror yang lebih besar sebenarnya muncul di negara-negara seperti Somalia, Yaman, Suriah dan Irak.

Baca juga: Dunia Sambut Seruan PBB untuk Bantu Afghanistan

"Dalam hal tanah air, ancaman sekarang dari kelompok teroris, kami tidak memprioritaskan di daftar teratas Afghanistan," ujar Haines kepada peserta acara.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top