Profesor Stanford Desak AS Hentikan ‘Perburuan’ Mata-mata China di Kampus-kampus
Senin, 13 September 2021 - 22:11 WIB
loading...
Sekelompok profesor Universitas Stanford telah meminta Departemen Kehakiman untuk berhenti mencari mata-mata China di universitas-universitas Amerika Serikat. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Sekelompok profesor Universitas Stanford telah meminta Departemen Kehakiman untuk berhenti mencari mata-mata China di universitas-universitas Amerika Serikat (AS). Ini adalah upaya mengakhiri program yang digagas pemerintahan Donald, Trump yang menurut kelompok HAM menyebabkan profil rasial dan meneror beberapa ilmuwan.
Menurut surat yang ditandatangani oleh 177 anggota fakultas Stanford, ”Inisiatif China" yang diluncurkan pada akhir 2018 bertujuan untuk mencegah pencurian teknologi AS oleh China telah menyimpang secara signifikan dari misi awal.
“Itu merusak daya saing penelitian dan teknologi AS dan itu memicu bias yang, pada gilirannya, meningkatkan kekhawatiran tentang profil rasial," bunyi surat tersebut, seperti dilansir Reuters pada Senin (13/9/2021).
Peter Michelson, dekan senior Stanford untuk ilmu alam, yang merupakan inisiator pembuatan surat ini mengatakan apa yang dilakukan FBI dan otoritas keamanan AS lainnya sebagian besar adalah intimidasi semata.
"Saya pikir apa yang dilakukan FBI dalam banyak kasus adalah untuk menakut-nakuti orang - menyelidiki orang dan menginterogasi mereka. Dan itu berbahaya bagi negara," ucapnya. Baca juga: China: Mesin-mesin Perang Amerika Serikat Jadi Taman Bermain Taliban
Sementara itu, seorang profesor fisika Stanford, Steven Kivelson mengatakan dia terlibat karena dia melihat rekan-rekannya yang berasal dari China menderita dari lingkungan yang tidak bersahabat, yang menjadikan mereka sasaran serangan karena inisiatif tersebut.
Mantan Menteri Energi AS dan pemenang hadiah Nobel Steven Chu, yang juga merupakan seorang profesor di Stanford, mengatakan bahwa alih-alih membantu melindungi keunggulan AS dalam teknologi dan pemahaman, program tersebut berisiko merusak keunggulan Amerika dalam sains.
Menurut surat yang ditandatangani oleh 177 anggota fakultas Stanford, ”Inisiatif China" yang diluncurkan pada akhir 2018 bertujuan untuk mencegah pencurian teknologi AS oleh China telah menyimpang secara signifikan dari misi awal.
“Itu merusak daya saing penelitian dan teknologi AS dan itu memicu bias yang, pada gilirannya, meningkatkan kekhawatiran tentang profil rasial," bunyi surat tersebut, seperti dilansir Reuters pada Senin (13/9/2021).
Peter Michelson, dekan senior Stanford untuk ilmu alam, yang merupakan inisiator pembuatan surat ini mengatakan apa yang dilakukan FBI dan otoritas keamanan AS lainnya sebagian besar adalah intimidasi semata.
"Saya pikir apa yang dilakukan FBI dalam banyak kasus adalah untuk menakut-nakuti orang - menyelidiki orang dan menginterogasi mereka. Dan itu berbahaya bagi negara," ucapnya. Baca juga: China: Mesin-mesin Perang Amerika Serikat Jadi Taman Bermain Taliban
Sementara itu, seorang profesor fisika Stanford, Steven Kivelson mengatakan dia terlibat karena dia melihat rekan-rekannya yang berasal dari China menderita dari lingkungan yang tidak bersahabat, yang menjadikan mereka sasaran serangan karena inisiatif tersebut.
Mantan Menteri Energi AS dan pemenang hadiah Nobel Steven Chu, yang juga merupakan seorang profesor di Stanford, mengatakan bahwa alih-alih membantu melindungi keunggulan AS dalam teknologi dan pemahaman, program tersebut berisiko merusak keunggulan Amerika dalam sains.
Lihat Juga :