Media Iran: 9/11 Awal dari Berakhirnya Amerika

Minggu, 12 September 2021 - 07:59 WIB
loading...
Media Iran: 9/11 Awal...
Surat kabar Iran membuat ilustrasi kontroversial dalam peringatan 20 tahun serangan teroris 11 September sebagai halaman depannya dengan judul Awal dari Berakhirnya Amerika. Foto/Twitter
A A A
TEHERAN - Sebuah surat kabar Iran menandai peringatan 20 tahun serangan teroris 11 September dengan ilustrasi halaman depan yang kontroversial, dengan judul Awal dari Berakhirnya Amerika.

Menurut wartawan BBC Kian Sharifi, surat kabar Iran Vatan-e Emruz menggunakan gambar dan judul yang "dipertanyakan" untuk membahas serangan teroris tahun 2001 yang menewaskan hampir 3.000 warga sipil dan responden pertama di Amerika Serikat (AS).

"Surat kabar garis keras Iran Vatan-e Emruz menandai peringatan 20 tahun serangan #September11 dengan kartun halaman depan yang dipertanyakan berjudul "Demise". Judulnya dengan warna merah berbunyi: "9/11: Awal dari berakhir Amerika,'" tweet Sharifi seperti dikutip dari Newsweek, Minggu (12/9/2021).

Dalam beritanya, surat kabar Iran itu membuatilustrasi menara kembar World Trade Center sebagai kaki Paman Sam yang terputus, dengan asap mengepul dan sebuah pesawat terbang di kejauhan.

Gambar halaman depan kontroversial itu muncul pada peringatan dua dekade serangan teroris mematikan, ketika empat pesawat komersial dibajak oleh kelompok Islam radikal al-Qaeda , yang dipimpin oleh Osama bin Laden , dan menabrak tiga lokasi di AS.

Baca juga: AS Peringati 20 Tahun Serangan 9/11 dengan 'Kado Pahit' Kemenangan Taliban

Satu pesawat diterbangkan ke Pentagon di luar Washington, dua lainnya diterbangkan ke menara kembar World Trade Center di New York City, dan yang keempat jatuh di Shanksville, Pennsylvania. Secara total, 2.977 orang tewas dan ribuan lainnya terluka. Mayoritas dari mereka yang meninggal, atau 2.753, tewas di New York.

Serangan-serangan mengerikan itu membuat AS memulai "perang melawan teror" untuk menghancurkan al-Qaeda dan mencegah pembentukan kelompok teroris lainnya, yang mengarah ke aksi militer di Afghanistan, Irak, serta di tempat lain. Bulan lalu, Presiden Joe Biden menarik semua pasukan AS dari Afghanistan, yang secara efektif mengakhiri perang terpanjang Amerika.

Pada hari Sabtu, Biden menyebut serangan 9/11 sebagai tindakan pengecut dan kebencian yang tak terkatakan sebelum mengunjungi ketiga lokasi yang menjadi target serangan pada tahun 2001.

“Dua puluh tahun yang lalu, hampir 3.000 nyawa terpotong oleh tindakan pengecut dan kebencian yang tak terkatakan pada 9/11. Sebagai sebuah bangsa, kita tidak boleh melupakan mereka yang hilang selama salah satu momen tergelap dalam sejarah kita dan rasa sakit abadi keluarga korban dan orang-orang terkasih," kata Biden dalam sebuah pernyataan di Twitter.

Baca juga: Peringati 20 Tahun 9/11, Biden Serukan Persatuan Nasional

Mantan presiden lainnya, termasuk Donald Trump, Barrack Obama, Bill Clinton dan George W. Bush, memperingati hari yang suram itu dengan memberikan penghormatan kepada mereka yang tewas dalam serangan tersebut.

"Satu hal yang menjadi jelas pada 9/11—dan telah jelas sejak itu—adalah bahwa Amerika selalu menjadi rumah bagi para pahlawan yang berlari menuju bahaya untuk melakukan apa yang benar," kata Obama dalam sebuah pernyataan.

"9/11 mengingatkan kita betapa banyak orang Amerika memberikan diri mereka sendiri dengan cara yang luar biasa—tidak hanya di saat-saat krisis besar, tetapi setiap hari. Jangan pernah lupakan itu, dan jangan pernah menganggapnya remeh," sambungnya.

Baca juga: Dari Obama hingga Ratu Elizabeth II Peringati Serangan Teroris 9/11
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Tobat Jatuh Cinta Jadi...
Tobat Jatuh Cinta Jadi Sinetron Komedi Komunal Terbaru RCTI, Ini Cerita di Balik Produksinya
Gading Serpong Perkuat...
Gading Serpong Perkuat Posisi sebagai Koridor Komersial
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Berita Terkini
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved