Kaum Perempuan Afghanistan Protes Pemeritahan Sementara Taliban
Rabu, 08 September 2021 - 23:11 WIB
loading...
A
A
A
"NRF percaya bahwa pembentukan pemerintahan yang demokratis, legal dan sah hanya dapat dicapai melalui kehendak dan suara rakyat dalam pemilihan umum yang juga dapat diterima oleh masyarakat internasional," kata NRF.
Untuk diketahui, tidak ada perempuan, anggota agama minoritas atau anggota kepemimpinan terguling Afghanistan yang masuk dalam kabinet atau ditunjuk untuk peran penasihat dalam pengumuman pemerintah baru sementara Afghanistan.
Ini terjadi terlepas dari janji-janji Taliban tentang pemerintahan inklusif dan bentuk pemerintah Islam yang lebih moderat daripada ketika mereka terakhir berkuasa dua dekade lalu.
"Kami mewakili seluruh Afghanistan, dan kami berbicara pada tingkat seluruh Afghanistan dan perjuangan kami didasarkan pada seluruh Afghanistan. Kami bukan orang dari satu suku atau etnis, kami juga tidak percaya akan hal ini," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid pada konferensi pers, menguraikan pemerintah sementara.
Baca juga: Taliban Umumkan Pemerintahan Baru Afghanistan
Untuk diketahui, tidak ada perempuan, anggota agama minoritas atau anggota kepemimpinan terguling Afghanistan yang masuk dalam kabinet atau ditunjuk untuk peran penasihat dalam pengumuman pemerintah baru sementara Afghanistan.
Ini terjadi terlepas dari janji-janji Taliban tentang pemerintahan inklusif dan bentuk pemerintah Islam yang lebih moderat daripada ketika mereka terakhir berkuasa dua dekade lalu.
"Kami mewakili seluruh Afghanistan, dan kami berbicara pada tingkat seluruh Afghanistan dan perjuangan kami didasarkan pada seluruh Afghanistan. Kami bukan orang dari satu suku atau etnis, kami juga tidak percaya akan hal ini," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid pada konferensi pers, menguraikan pemerintah sementara.
Baca juga: Taliban Umumkan Pemerintahan Baru Afghanistan
(ian)
Lihat Juga :