Perkuat Diplomasi Kebangsaan, KBRI Canberra Gelar Webinar Soal Pemberdayaan Papua
Rabu, 08 September 2021 - 13:51 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Para Pejabat Imarah Islam Afghanistan
Bertindak sebagai Pembicara Kunci adalah Wakapolri Komjen Pol Dr Gatot Eddy Pramono yang memaparkan secara komprehensif peran aktif Polri dalam program Soft Approach Policing, khususnya tentang pentingnya kegiatan Satgas Binmas Noken di Papua.
Baca juga: Nasib Lembah Panjshir Hari Ini: Direbut Taliban tapi Perlawanan Terus Berlanjut
Untuk memperkaya wawasan, telah dihadirkan empat panelis, yaitu Brigjen Pol Dr Eko Rudi Sudarto (Wakapolda Papua), Prof Dr Hermawan Sulistyo (Peneliti Senior LIPI), Dr Adriana Elisabeth (Ketua Jaringan Papua Damai), dan Kristin Samah (jurnalis dan penulis).
Peserta webinar terdiri dari pejabat Kemenlu RI di Jakarta, Pejabat Polri, diplomat Indonesia yang sedang bertugas di luar negeri, terutama di Asia dan Pasifik, pelajar dan mahasiswa Indonesia baik di tanah air maupun luar negeri, anggota masyarakat dan diaspora Indonesia, sejumlah peneliti asing dari universitas di Australia, dan seluruh Atase Polri yang bertugas di Perwakilan RI di luar negeri.
Diharapkan Dialog Kebangsaan II berkontribusi meminimalisir perception gap maupun misinformasi yang masih kerap terjadi di kalangan publik.
Bertindak sebagai Pembicara Kunci adalah Wakapolri Komjen Pol Dr Gatot Eddy Pramono yang memaparkan secara komprehensif peran aktif Polri dalam program Soft Approach Policing, khususnya tentang pentingnya kegiatan Satgas Binmas Noken di Papua.
Baca juga: Nasib Lembah Panjshir Hari Ini: Direbut Taliban tapi Perlawanan Terus Berlanjut
Untuk memperkaya wawasan, telah dihadirkan empat panelis, yaitu Brigjen Pol Dr Eko Rudi Sudarto (Wakapolda Papua), Prof Dr Hermawan Sulistyo (Peneliti Senior LIPI), Dr Adriana Elisabeth (Ketua Jaringan Papua Damai), dan Kristin Samah (jurnalis dan penulis).
Peserta webinar terdiri dari pejabat Kemenlu RI di Jakarta, Pejabat Polri, diplomat Indonesia yang sedang bertugas di luar negeri, terutama di Asia dan Pasifik, pelajar dan mahasiswa Indonesia baik di tanah air maupun luar negeri, anggota masyarakat dan diaspora Indonesia, sejumlah peneliti asing dari universitas di Australia, dan seluruh Atase Polri yang bertugas di Perwakilan RI di luar negeri.
Diharapkan Dialog Kebangsaan II berkontribusi meminimalisir perception gap maupun misinformasi yang masih kerap terjadi di kalangan publik.
Lihat Juga :