Biden Yakin China Coba Buat Kesepakatan dengan Taliban

Rabu, 08 September 2021 - 07:50 WIB
loading...
Biden Yakin China Coba...
Salah satu Pendiri Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar (kiri) bertemu Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Beijing. Foto/www.fmprc.gov.cn
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yakin China akan mencoba membuat kesepakatan dengan Taliban setelah mereka merebut kekuasaan di Afghanistan pada 15 Agustus.

Ditanya apakah dia khawatir China akan mendanai Taliban, Biden mengatakan, “China memiliki masalah nyata dengan Taliban. Jadi mereka akan mencoba membuat kesepakatan dengan Taliban, saya yakin. Seperti halnya Pakistan, seperti halnya Rusia, seperti halnya Iran. Mereka semua mencoba mencari tahu apa yang mereka lakukan sekarang.”

AS dan sekutu Kelompok Tujuh telah sepakat mengoordinasikan tanggapan mereka terhadap Taliban, dan telah memblokir akses Taliban ke dana cadangan Afghanistan, yang sebagian besar disimpan di AS.

Baca juga: Nasib Lembah Panjshir Hari Ini: Direbut Taliban tapi Perlawanan Terus Berlanjut

Tetapi para ahli mengatakan pengaruh ekonomi akan hilang jika China dan Rusia memberikan dana kepada Taliban.

Baca juga: Taliban Umumkan Pemerintahan Baru Afghanistan, Ini Sikap AS

Sementara itu, Biden tidak akan terburu-buru untuk mengakui pemerintahan baru Afghanistan yang dibentuk Taliban . Demikian pernyataan sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki.

Baca juga: Taliban Umumkan Pemerintahan Baru Afghanistan

"Tidak perlu terburu-buru untuk mengakui (Taliban). Ini benar-benar akan tergantung pada langkah apa yang diambil Taliban. Dunia akan mengawasi, termasuk Amerika Serikat," ujar Psaki pada konferensi pers.

"Saya tidak punya batas waktu untuk Anda. Itu tergantung pada perilaku apa yang mereka tunjukkan di lapangan," imbuhnya seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (8/9).

Gedung Putih membuat pernyataan setelah Taliban mengumumkan komposisi pemerintah baru Afghanistan yang dibentuk setelah kelompok itu mengambil alih kekuasaan di negara tersebut.

Salah satu Pendiri Taliban Mullah Hasan Akhund ditunjuk sebagai kepala pemerintahan baru Afghanistan dan Sirajuddin Haqqani, yang organisasinya masuk dalam daftar terorisme AS, menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri.

Kepala kantor politik Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar ditunjuk sebagai wakil Akhund.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Status Triliuner Elon...
Status Triliuner Elon Musk Hilang usai Saham SpaceX dan Tesla Anjlok
Rekomendasi
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved