Rusia Siap Dukung Pemerintah Baru Afghanistan jika Inklusif

Senin, 06 September 2021 - 22:01 WIB
loading...
Rusia Siap Dukung Pemerintah...
Menlu Rusia Sergey Lavrov. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Rusia dapat menghadiri upacara pelantikan pemerintah baru Afghanistan jika inklusif. Pernyataan itu diungkapkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov.

“Kami ingin mendukung proses pembentukan pemerintahan yang akan mencerminkan seluruh spektrum masyarakat Afghanistan, termasuk Taliban dan kelompok etnis lain selain Pashtun: Hazara, Uzbek, Tajik,” ujar Lavrov.

Dia menambahkan, “Hanya pemerintah yang inklusif yang dapat memastikan transisi yang mantap ke kehidupan baru ... Jika (inklusivitas) ini dipastikan, saya yakin kita akan dengan senang hati mengambil bagian dalam upacara ini bersama negara-negara lain yang memiliki pengaruh pada situasi di negara ini dan yang diundang."

Baca juga: Utusan PBB Sambangi Afghanistan, Temui Pemimpin Taliban

Lavrov mengatakan hal itu kepada wartawan, membenarkan bahwa Moskow menerima undangan menghadiri pelantikan pemerintahan baru Afghanistan.

Baca juga: Taliban Siap Sambut Bantuan Kemanusiaan dan Investasi dari Jerman

Sebelumnya pada hari itu, media melaporkan Taliban mengundang Turki, China, Rusia, Iran, Pakistan, dan Qatar ke upacara di mana pemerintahan baru akan diumumkan.

Baca juga: Taliban Klaim Benteng Oposisi Terakhir di Lembah Panjshir telah Dikuasai
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
2 Gempa Dahsyat M7,2...
2 Gempa Dahsyat M7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, Banyak Bangunan Ambruk
Rekomendasi
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Bidik Rekor Sempurna
IPOT Edukasi Transformasi...
IPOT Edukasi Transformasi AI dan Literasi Finansial ke Generasi Muda eSports
Berita Terkini
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Infografis
Siap Hadapi Perang Baru...
Siap Hadapi Perang Baru dengan Israel, Iran Pamer Kota Rudal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved