Arab Saudi Diam-diam Dekati Taliban setelah Jadi Penguasa Afghanistan

Jum'at, 03 September 2021 - 15:26 WIB
loading...
A A A
Badan intelijen Pakistan, ISI, secara luas diyakini memberikan dukungan rahasia kepada Taliban.

Baca juga: Jet Tempur Siluman F-35 AS Tak Bisa Bertahan Seperti yang Diharapkan

Reuters melaporkan pada hari Selasa bahwa Pakistan berencana untuk mengirim pejabat intelijen dan militer ke Kabul untuk mengatur kembali militer baru Afghanistan di bawah Taliban.

Tetapi beberapa ahli telah memperingatkan bahwa pengaruh Pakistan atas Taliban, seperti Arab Saudi, juga telah berkurang dalam beberapa tahun terakhir, dengan Qatar dan Turki muncul sebagai lawan bicara utama.

“Apa yang bisa didapat Saudi melalui Pakistan berkurang. Tidak ada yang memiliki banyak cache dengan Taliban seperti sebelumnya,” kata Arif Rafiq, presiden perusahaan konsultan risiko politik; Vizier Consulting, kepada MEE.

"Taliban telah mengembangkan hubungan dengan negara-negara lain di kawasan itu. Mereka lebih terhubung secara global daripada sebelumnya," ujarnya. "Orang-orang Saudi tidak sepenting dulu."

Arab Saudi menutup kedutaan besarnya di Afghanistan ketika Taliban menyerbu ibu kota dan Riyadh sejak itu tetap diam tentang berbagai peristiwa di negara Asia tengah itu.

Feierstein mengatakan baik Riyadh dan Islamabad kemungkinan akan tetap berada di sela-sela untuk saat ini. "Saudi sedang menunggu untuk melihat apa yang akan dilakukan AS, dan saya pikir mereka sama bingungnya dengan orang lain tentang apa yang terjadi selanjutnya," katanya.

Sebagai tanda perubahan zaman, negara-negara seperti Iran, Rusia, dan China-lah yang telah mempertahankan kehadiran diplomatiknya di Afghanistan. China telah memberikan janji dukungan ekonomi kepada kelompok itu dan Iran telah kembali menjual bahan bakar yang dikenai sanksi internasional ke Kabul.

"Iran mungkin memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Taliban daripada Arab Saudi sekarang," kata Rafiq.

Theodore Karasik, penasihat senior untuk perusahaan konsultan Gulf State Analytics, mengatakan kepada MEE bahwa Riyadh akan mengawasi Afghanistan untuk melihat apakah ada limpahan ekstremis ke konflik di daerah-daerah seperti Yaman, di mana pasukan Arab Saudi sedang berperang melawan pemberontak Houthi, tetapi kerajaan itu tidak terlalu mementingkan negara Asia Tengah itu.

"Saat ini Saudi mungkin lebih fokus pada Afrika dan Timur Tengah pada umumnya [daripada] tentang efek Afghanistan," katanya.

Karasik mengatakan dia tidak membayangkan Afghanistan sebagai kemungkinan pemain dalam persaingan antara Teheran dan Riyadh, yang keduanya terlibat dalam pembicaraan untuk mencoba dan mengurangi ketegangan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
Ini Pemicu Utama Serangan...
Ini Pemicu Utama Serangan AS ke Iran
9 Fakta Diplomasi Ayat...
9 Fakta Diplomasi Ayat Suci Al-Quran pada Pemakaman Khamenei, Kirim Sinyal Bedakan Siapa Sekutu dan Musuh
Ayat Al-Quran tentang...
Ayat Al-Qur'an tentang Perang Badar dalam Seremoni Pemakaman Khamenei, Pujian atau Ejekan untuk Arab Saudi?
Raja Salman dan Mohammed...
Raja Salman dan Mohammed bin Salman Sampaikan Belasungkawa Meski Tak Melayat untuk Khamenei
Senapan Tentara Arab...
Senapan Tentara Arab Saudi Bakal Diproduksi PT Pindad, Prabowo: Senjata Kita Teruji
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 3.535 Jiwa, Ancaman Krisis Kesehatan Mengintai
Pemimpin Iran Mojtaba...
Pemimpin Iran Mojtaba Dilaporkan Akan Pimpin Doa Bersama untuk Ali Khamenei, Muncul ke Publik?
Rekomendasi
Kortas Tipidkor Polri...
Kortas Tipidkor Polri Limpahkan 3 Perkara Korupsi ke Kejagung
Febrie Adriansyah Mundur,...
Febrie Adriansyah Mundur, Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus
Alarm Bahaya untuk Argentina...
Alarm Bahaya untuk Argentina Jelang Perempat Final Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Infografis
Head to Head Timnas...
Head to Head Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved