Penculikan Massal Siswa Picu Penutupan Sekolah di Nigeria

Jum'at, 03 September 2021 - 03:31 WIB
loading...
A A A
Penculikan untuk tebusan telah menjadi salah satu tantangan keamanan utama di Nigeria, dengan Zamfara dan negara bagian tetangganya di barat laut dilanda beberapa penculikan massal tahun ini.

Yang menonjol di antara rangkaian penculikan di Zamfara adalah penculikan lebih dari 200 siswi di kota Jangebe pada bulan Februari lalu. Sejak itu para siswa telah dibebaskan, dengan pihak berwenang bersikeras tidak ada uang tebusan yang dibayarkan untuk menjamin pembebasan mereka.

Antara Juni 2011 dan akhir Maret 2020, sekitar USD18,34 juta telah dibayarkan sebagai uang tebusan, kata SBM Intelligence yang berbasis di Lagos dalam sebuah laporan tahun lalu berjudul "Ekonomi Industri Penculikan di Nigeria."

Baca juga: Putus Asa, Warga Nigeria Jual Rumah dan Tanah untuk Menebus Anaknya yang Diculik

Amnesty International menggambarkan insiden terbaru di Zamfara ini sebagai "gangguan," mengatakan dalam sebuah tweet bahwa serangan terhadap sekolah dan penculikan anak-anak adalah kejahatan perang.

"Anak-anak yang diculik berada dalam risiko serius untuk dilukai. Pihak berwenang Nigeria harus mengambil semua tindakan untuk mengembalikan mereka ke tempat yang aman," tambah Amnesty.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Skandal Umur Politisi...
Skandal Umur Politisi Mungil Ini Hebohkan Nigeria, Berusia 30 atau 16 Tahun?
Dunia Marah pada Festival...
Dunia Marah pada 'Festival Pemerkosaan' Ini: Sekelompok Pria Telanjangi Perempuan di Siang Bolong
Bukan ke Iran atau Venezuela,...
Bukan ke Iran atau Venezuela, Apa yang Memicu AS Kirim Ratusan Tentara ke Negara Ini?
Langka, Pilot Ini Selamatkan...
Langka, Pilot Ini Selamatkan 80 Penumpang dari Pesawat yang Mesinnya Meledak di Udara
Inggris Diperintahkan...
Inggris Diperintahkan Bayar Rp9,6 Triliun untuk Ganti Rugi Pembunuhan Era Kolonial
Siapa Gustavo Petro?...
Siapa Gustavo Petro? Presiden Kolombia yang Jadi Target Penculikan Trump setelah Maduro
Tenaris Berikan Beasiswa...
Tenaris Berikan Beasiswa untuk 360 Siswa dan Bantuan Fasilitas Sekolah di Cilegon serta Batam
Kebakaran Hebat di Bar...
Kebakaran Hebat di Bar Bangkok Tewaskan 27 Orang!
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Membunuhnya Sejak Lama: Saya Jadi Target
Rekomendasi
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Kuasa Hukum Tegaskan...
Kuasa Hukum Tegaskan Sarwendah Tak Pernah Laporkan Betrand Peto ke Polres Jaksel
Lowongan Kerja KAI Services...
Lowongan Kerja KAI Services 2026 Dibuka, Lulusan SMA Segera Daftar
Berita Terkini
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved