Taliban Bersiap Umumkan Pemerintahan Baru Afghanistan di Istana Kabul
Kamis, 02 September 2021 - 13:27 WIB
loading...
A
A
A
Pemimpin tertinggi Taliban memiliki tiga wakil: Mawlavi Yaqoob, putra mendiang pendiri gerakan itu Mullah Omar; Sirajuddin Haqqani yang jadi pemimpin jaringan Haqqani, dan Abdul Ghani Baradar, salah satu anggota pendiri kelompok tersebut.
Dewan kepemimpinan yang tidak dipilih rakyat adalah bagaimana Taliban menjalankan pemerintahan pertama mereka yang secara brutal menegakkan bentuk keras hukum Syariah versi mereka dari tahun 1996 hingga penggulingannya oleh pasukan pimpinan Amerika Serikat (AS) pada tahun 2001.
Baca juga: AS Tinggalkan Helikopter Tak Berfungsi, Taliban Marah dan Merasa Dikhianati
Taliban telah mencoba untuk menampilkan wajah yang lebih moderat kepada dunia sejak mereka menyingkirkan pemerintah yang didukung AS dan kembali berkuasa bulan lalu. Mereka berjanji untuk melindungi hak asasi manusia dan menahan diri dari melakukan pembalasan terhadap musuh lama.
Tetapi Amerika Serikat, Uni Eropa, dan lainnya meragukan jaminan tersebut, dengan mengatakan pengakuan formal terhadap pemerintah baru Afghanistan dan bantuan ekonomi yang akan mengalir bergantung pada tindakan Taliban.
"Kami tidak akan menuruti perkataan mereka, kami akan menerima mereka atas perbuatan mereka," kata Wakil Menteri Luar Negeri AS Victoria Nuland dalam jumpa pers hari Rabu.
Dewan kepemimpinan yang tidak dipilih rakyat adalah bagaimana Taliban menjalankan pemerintahan pertama mereka yang secara brutal menegakkan bentuk keras hukum Syariah versi mereka dari tahun 1996 hingga penggulingannya oleh pasukan pimpinan Amerika Serikat (AS) pada tahun 2001.
Baca juga: AS Tinggalkan Helikopter Tak Berfungsi, Taliban Marah dan Merasa Dikhianati
Taliban telah mencoba untuk menampilkan wajah yang lebih moderat kepada dunia sejak mereka menyingkirkan pemerintah yang didukung AS dan kembali berkuasa bulan lalu. Mereka berjanji untuk melindungi hak asasi manusia dan menahan diri dari melakukan pembalasan terhadap musuh lama.
Tetapi Amerika Serikat, Uni Eropa, dan lainnya meragukan jaminan tersebut, dengan mengatakan pengakuan formal terhadap pemerintah baru Afghanistan dan bantuan ekonomi yang akan mengalir bergantung pada tindakan Taliban.
"Kami tidak akan menuruti perkataan mereka, kami akan menerima mereka atas perbuatan mereka," kata Wakil Menteri Luar Negeri AS Victoria Nuland dalam jumpa pers hari Rabu.
Lihat Juga :