Terungkap, Biden Tawarkan Bantuan Militer kepada Ghani Jelang Kejatuhan Kabul
Rabu, 01 September 2021 - 20:37 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Jenderal Top Afghanistan: Kami Dikhianati Trump, Biden dan Ghani
Dalam waktu kurang dari dua minggu setelah pembicaraan telepon Biden dengan Ghani, Taliban merebut beberapa ibu kota provinsi Afghanistan dan Amerika Serikat mengatakan terserah pasukan keamanan Afghanistan untuk mempertahankan negara itu.
“Ini adalah kekuatan militer mereka, ini adalah ibu kota provinsi mereka, rakyat mereka untuk dipertahankan,” kata juru bicara Pentagon John Kirby pada 9 Agustus.
Pada 11 Agustus, laporan intelijen AS mengindikasikan pejuang Taliban dapat mengisolasi Ibu Kota Afghanistan dalam 30 hari dan mungkin mengambil alih dalam dalam waktu 90 hari. Sebaliknya, kejatuhan terjadi dalam waktu kurang dari seminggu.
Gedung Putih menolak untuk mengomentari laporan ini.
Sedangkan Kedutaan Besar Pakistan di Washington membantah tuduhan tersebut.
“Jelas mitos pejuang Taliban yang menyeberang dari Pakistan sayangnya merupakan alasan dan renungan yang dijajakan oleh Ashraf Ghani untuk membenarkan kegagalannya memimpin dan memerintah,” kata juru bicara kedutaan kepada Reuters.
Reuters juga telah mencoba menghubungi staf Ghani untuk laporan ini, melalui telepon dan SMS, tetapi tidak berhasil.
Pernyataan publik terakhir dari Ghani, yang diyakini berada di Uni Emirat Arab, datang pada 18 Agustus. Dia mengatakan dia melarikan diri dari Afghanistan untuk mencegah pertumpahan darah.
Baca juga: Mantan Presiden Afghanistan Ghani Nongol di UEA, Sangkal Gondol Uang Jutaan Dolar
Dalam waktu kurang dari dua minggu setelah pembicaraan telepon Biden dengan Ghani, Taliban merebut beberapa ibu kota provinsi Afghanistan dan Amerika Serikat mengatakan terserah pasukan keamanan Afghanistan untuk mempertahankan negara itu.
“Ini adalah kekuatan militer mereka, ini adalah ibu kota provinsi mereka, rakyat mereka untuk dipertahankan,” kata juru bicara Pentagon John Kirby pada 9 Agustus.
Pada 11 Agustus, laporan intelijen AS mengindikasikan pejuang Taliban dapat mengisolasi Ibu Kota Afghanistan dalam 30 hari dan mungkin mengambil alih dalam dalam waktu 90 hari. Sebaliknya, kejatuhan terjadi dalam waktu kurang dari seminggu.
Gedung Putih menolak untuk mengomentari laporan ini.
Sedangkan Kedutaan Besar Pakistan di Washington membantah tuduhan tersebut.
“Jelas mitos pejuang Taliban yang menyeberang dari Pakistan sayangnya merupakan alasan dan renungan yang dijajakan oleh Ashraf Ghani untuk membenarkan kegagalannya memimpin dan memerintah,” kata juru bicara kedutaan kepada Reuters.
Reuters juga telah mencoba menghubungi staf Ghani untuk laporan ini, melalui telepon dan SMS, tetapi tidak berhasil.
Pernyataan publik terakhir dari Ghani, yang diyakini berada di Uni Emirat Arab, datang pada 18 Agustus. Dia mengatakan dia melarikan diri dari Afghanistan untuk mencegah pertumpahan darah.
Baca juga: Mantan Presiden Afghanistan Ghani Nongol di UEA, Sangkal Gondol Uang Jutaan Dolar
(ian)
Lihat Juga :