Putin Sebut AS Hadir 20 Tahun di Afghanistan Hanya Hasilkan Tragedi

Rabu, 01 September 2021 - 15:38 WIB
loading...
Putin Sebut AS Hadir...
Presiden Rusia Vladimir Putin sebut kehadiran 20 tahun AS di Afghanistan hanya menghasilkan tragedi. Foto/REUTERS/File Photo
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kehadiran Amerika Serikat (AS) selama 20 tahun di Afghanistan hanya menghasilkan tragedi.

Pernyataan itu muncul setelah Pentagon secara resmi mengumumkan akhir misi militer Amerika di Afghanistan pada hari Senin, ketika pesawat terakhir yang membawa pasukan AS meninggalkan bandara Kabul. Hengkangnya pasukan Amerika telah memberikan kendali penuh Afghanistan kepada Taliban.

Baca juga: Taliban Tunjukkan Pasukan Khusus di Bandara Kabul: 'Ini Pelajaran bagi Dunia'

"Selama dua puluh tahun, tentara Amerika telah berada di wilayah ini [Afghanistan] dan selama dua puluh tahun mereka mencoba— seseorang dapat mengatakan ini tanpa menyinggung siapa pun—untuk membudayakan orang-orang yang tinggal di sana," kata Putin pada Rabu (1/9/2021).

"Untuk memperkenalkan norma dan standar hidup mereka dalam arti kata yang luas, termasuk organisasi politik masyarakat," sambung Putin, yang dilansir Sputniknews.

Presiden Rusia itu menambahkan: "Tragedi dan kerugian...yang berkaitan dengan AS dan terutama mereka yang tinggal di Afghanistan adalah hasil dari kehadiran hampir 20 tahun ini."

"Hasilnya nol, jika tidak dikatakan semuanya menjadi negatif," imbuh pemimpin Kremlin tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Iran Ancam Beri Balasan...
Iran Ancam Beri Balasan Atas Serangan AS, IRGC Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9
Seret Jenderal Israel...
Seret Jenderal Israel ke Pengadilan, Spanyol Koordinasi dengan Pengadilan Kriminal Internasional
Rekomendasi
Perindo Apresiasi Inisiatif...
Perindo Apresiasi Inisiatif Danantara Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Denpasar Raya
Tambahan Upah Pungut...
'Tambahan Upah Pungut Kae Ono Tho' Jadi Bahasa Kode Bupati Etik Suryani Peras Pegawai BPKAD
Mengapa Api Jadi Simbol...
Mengapa Api Jadi Simbol Penyucian? Ki Atmo Akhirnya Ungkap Filosofi di Balik Ritual Ini
Berita Terkini
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Infografis
6 Alasan Ribuan Narapidana...
6 Alasan Ribuan Narapidana Masuk Islam di Penjara AS Setiap Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved