Gelar Pertemuan, Menhan Israel dan Presiden Palestina Dicap Pengkhianat
Selasa, 31 Agustus 2021 - 19:34 WIB
loading...
A
A
A
“Abbas melanjutkan serangkaian konsesi sehubungan dengan keberadaan nasional (Palestina) dan mencoba mempercantik wajah pendudukan,” kata Qanou, mencatat bahwa pertemuan itu adalah bukti penurunan Otoritas Palestina dan pengabaian nilai-nilai nasional.
Pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri menyebut pertemuan itu sebagai perkembangan berbahaya yang membuktikan penghinaan Otoritas Palestina terhadap darah Palestina dan pengabaian terhadap kepentingan Palestina demi mempertahankan kerja sama keamanan tingkat tinggi dengan pendudukan.
Baca juga: Israel Utangi Palestina Rp2,2 Triliun untuk Lemahkan Hamas
Para pemimpin Israel dan Palestina sebelumnya telah bertemu tatap muka pada tahun 2010, pada awal masa jabatan kedua mantan perdana menteri Benjamin Netanyahu. Tetapi bahkan ketika kontak tingkat atas antara kedua belah pihak menjadi tegang, hubungan antara Israel dan sejumlah negara Arab telah mencair.
Setelah menandatangani Kesepakatan Abraham pada tahun 2020, Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) membuka kedutaan di negara masing-masing tahun ini. Pejabat Hamas Hazem Qassem mengacu pada hal ini dalam mengungkapkan keprihatinan atas pertemuan hari Minggu, mengutuknya sebagai “(dorongan untuk) mereka yang ingin menormalkan hubungan” dengan Israel.
Pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri menyebut pertemuan itu sebagai perkembangan berbahaya yang membuktikan penghinaan Otoritas Palestina terhadap darah Palestina dan pengabaian terhadap kepentingan Palestina demi mempertahankan kerja sama keamanan tingkat tinggi dengan pendudukan.
Baca juga: Israel Utangi Palestina Rp2,2 Triliun untuk Lemahkan Hamas
Para pemimpin Israel dan Palestina sebelumnya telah bertemu tatap muka pada tahun 2010, pada awal masa jabatan kedua mantan perdana menteri Benjamin Netanyahu. Tetapi bahkan ketika kontak tingkat atas antara kedua belah pihak menjadi tegang, hubungan antara Israel dan sejumlah negara Arab telah mencair.
Setelah menandatangani Kesepakatan Abraham pada tahun 2020, Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) membuka kedutaan di negara masing-masing tahun ini. Pejabat Hamas Hazem Qassem mengacu pada hal ini dalam mengungkapkan keprihatinan atas pertemuan hari Minggu, mengutuknya sebagai “(dorongan untuk) mereka yang ingin menormalkan hubungan” dengan Israel.
(ian)
Lihat Juga :