Gelar Pertemuan, Menhan Israel dan Presiden Palestina Dicap Pengkhianat

Selasa, 31 Agustus 2021 - 19:34 WIB
loading...
A A A
“Masyarakat Israel tidak memahami potensi kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh peristiwa ini pada tingkat diplomatik," ujar pemimpin RZP Bezalel Smotrich merujuk pada penyelidikan kejahatan perang Pengadilan Kriminal Internasional yang berbasis di Den Haag terhadap Israel, dibuka awal tahun ini.

Ada juga perbedaan pendapat dari dalam pemerintahan koalisi Perdana Menteri Naftali Bennett setelah seorang pejabat PMO yang tidak disebutkan namanya mengklarifikasi kepada surat kabar Times of Israel bahwa pertemuan itu tidak menandakan dimulainya kembali "proses diplomatik" dengan Otoritas Palestina.

“(Ini adalah) pesan yang keterlaluan. Mengapa tidak ada proses diplomatik? Proses diplomatik adalah kepentingan Israel,” Mossi Raz, seorang anggota parlemen dari partai sayap kiri Meretz, mentweet sebagai tanggapan dan menyerukan pembicaraan damai dengan Palestina.

Baca juga: Israel Beri Pinjaman Rp11 Triliun pada Otoritas Palestina untuk Atasi Krisis

Demikian pula, sejumlah kelompok Palestina – yang sebagian besar menentang pembicaraan damai – mencela pemimpin PA karena bertemu dengan Gantz, yang dicap sebagai “menteri perang kriminal Zionis.” Sebelum terjun ke dunia politik, Gantz pernah menjadi kepala staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Hamas Abdel Latif Qanou mengutuk pertemuan itu sebagai tikaman di belakang rakyat Palestina dan pengorbanan mereka. Ia menambahkan bahwa itu adalah pengkhianatan terhadap darah para syahid.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Ini 10 Negara yang Melarang...
Ini 10 Negara yang Melarang Masuk 2 Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir dan Smotrich
4 Dalih Israel Mendesak...
4 Dalih Israel Mendesak AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki, Bisa Jadi Ancaman Zionis
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Rusia Klaim Kuasai Benteng...
Rusia Klaim Kuasai Benteng Pertahanan Terkuat Ukraina di Konstantinovka, Tewaskan 13.500 Tentara
Kylian Mbappe Dihina...
Kylian Mbappe Dihina Rasis Anggota Parlemen Paraguay, Presiden Macron Turun Tangan
Rekomendasi
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
Trump Sebut Wasit Piala...
Trump Sebut Wasit Piala Dunia 2026 Raphael Claus Mencurigakan, Begini Respons FIFA
Prabowo Cerita di Depan...
Prabowo Cerita di Depan Modi, Mengaku Punya DNA India
Berita Terkini
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved