Rezim Kim Jong-un Dukung China Berlakukan UU Keamanan di Hong Kong

Sabtu, 30 Mei 2020 - 13:44 WIB
loading...
Rezim Kim Jong-un Dukung...
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (kiri) bersalaman dengan Presiden China Xi Jinping dalam sebuah pertemuan di Beijing, 28 Maret 2018. Foto/Ju Peng/Xinhua via REUTERS
A A A
SEOUL - Rezim Kim Jong-un yang berkuasa di Korea Utara (Korut) pada Sabtu (30/5/2020) menyatakan dukungan atas tindakan China di Hong Kong . Pyongyang menyatakan langkah Beijing memberlakukan undang-undang keamanan nasional baru di wilayah itu sebagai langkah sah untuk menjaga keamanan negara.

"Karena masalah Hong Kong adalah masalah yang berkaitan sepenuhnya dengan urusan dalam negeri China, negara atau pasukan mana pun tidak memiliki hak untuk mengatakan ini atau itu tentang masalah tersebut," tulis kantor berita negara Korut, KCNA, mengutip seorang perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Korea Utara. (Baca: Abaikan Seruan Dunia, China Berlakukan UU Keamanan Nasional di Hong Kong )

"Kami dengan tegas menentang dan menolak campur tangan pihak luar yang merusak keamanan dan pembangunan sosial dan ekonomi Hong Kong," lanjut KCNA yang dilansir Reuters.

Komentar dari pihak Korea Utara muncul setelah parlemen China pada pekan ini menyetujui rancangan undang-undang (RUU) keamanan nasional tentang Hong Kong yang oleh sebagian pihak dianggap akan membatasi kebebasan di bekas jajahan Inggris tersebut.

Langkah China itu dikecam Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang saat ini sedang berseteru dengan Beijing. Pemerintah Trump berjanji akan mencabut status perdagangan khusus Hong Kong yang diberikan Amerika. (Baca: China Berlakukan UU Keamanan, Pompeo: Lonceng Kematian Otonomi Hong Kong )

Korea Utara sebelumnya telah mendukung Beijing atas tindakannya terhadap demonstrasi di Hong Kong dan atas kebijakan "satu negara, dua sistem" China.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved