China Berlakukan UU Keamanan, Pompeo: Lonceng Kematian Otonomi Hong Kong

Jum'at, 22 Mei 2020 - 22:06 WIB
loading...
China Berlakukan UU...
Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengutuk upaya Cina untuk mengambil alih undang-undang keamanan nasional di Hong Kong. Ia menyebut hal itu sebagai lonceng kematian untuk otonomi tingkat tinggi yang dijanjikan Beijing kepada wilayah tersebut.

Pompeo menyebut proposal oleh China itu sebagai upaya untuk secara sepihak dan sewenang-wenang memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong.

"Hong Kong telah berkembang sebagai benteng kebebasan. Amerika Serikat sangat mendesak Beijing untuk mempertimbangkan kembali proposal yang menimbulkan petaka itu, mematuhi kewajiban internasionalnya, dan menghormati otonomi, lembaga demokrasi, dan kebebasan sipil tingkat tinggi Hong Kong, yang merupakan kunci untuk mempertahankan status khusus di bawah hukum AS," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari AP, Jumat (22/5/2020).

Ia mengatakan keputusan untuk mengabaikan kehendak rakyat Hong Kong akan menjadi lonceng kematian bagi otonomi tingkat tinggi yang dijanjikan Beijing untuk Hong Kong di bawah perjanjian yang sudah berlangsung beberapa dekade yang dikenal sebagai Deklarasi Bersama China-Inggris.

Kebijakan untuk memberlakukan undang-undang nasional ini diajukan saat pembukaan sesi legislatif nasional China. Hal ini mendapat tentangan dari anggota parlemen pro-demokrasi di Hong Kong yang semi-otonom.

Usulan RUU ini bertujuan untuk melarang aktivitas separatis dan subversif, serta campur tangan asing dan terorisme. Itu terjadi setelah berbulan-bulan demonstrasi pro-demokrasi tahun lalu yang terkadang menjadi kekerasan antara polisi dan pengunjuk rasa.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
Trump Bela Intervensinya...
Trump Bela Intervensinya yang Batalkan Kartu Merah Striker AS di Piala Dunia
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Iran Merudal Kapal Tanker...
Iran Merudal Kapal Tanker Minyak di Selat Hormuz, Situasi Memanas Lagi
Israel Terusik, Netanyahu...
Israel Terusik, Netanyahu Desak AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Hampir Tembus 3.000 Jiwa, Belasan Ribu Luka-luka
Kylian Mbappe Balas...
Kylian Mbappe Balas Ejekan Rasis Anggota Parlemen Paraguay: Wanita Hina!
Rekomendasi
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Mendagri Beri Apresiasi...
Mendagri Beri Apresiasi pada Warga, Jembatan Enang-Enang Akan Diperkuat
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
Berita Terkini
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Infografis
4 Senjata Andalan China,...
4 Senjata Andalan China, dari Robot Serigala hingga Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved