KBRI Nairobi Pulangkan 12 ABK WNI Terlantar dari Somalia
Minggu, 29 Agustus 2021 - 17:38 WIB
loading...
A
A
A
Proses pemulangan ke-12 ABK asal Indonesia tersebut dimulai pekan lalu saat mereka dikirim ke pantai kota Xaafuun, Puntland dengan kapal kecil. Saat tiba di daratan, tiga orang diantaranya,Irvandi Wabula, Riki Rikardo dan Valentino Vrangklen Lontaan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Kemudian, ke-12 ABK diberangkatkan dari Xaafuun menuju kota Bosaso, kota terbesar di Puntland. Selama empat hari di Bosaso, seluruh ABK mendapatkan pemulihan kesehatan dan tes PCR.Setelah itu, tanggal 27 Agustus 2021, rombongan berangkat meninggalkan Somalia menuju Indonesia melalui Addis Ababa, Ethiopia.
Duta Besar Indonesia untuk Republik Kenya merangkap Somalia, Uganda dan Republik Demokratik Kongo, M. Hery Saripudin mengungkapkan bahwa keberhasilan pemulangan 12 ABK terlantar dari laut lepas Somalia tersebut dapat terwujud karena adanya kerja sama yang erat dari berbagai pihak, baik KBRI Nairobi, instansi di pusat serta perwakilan RI terkait.
MenurutHery, kasus terlantarnya 12 ABK asal Indonesia di lepas pantai Somalia semestinya menjadi pelajaran berharga bagi pihak-pihak terkait di Indonesia. Baca juga: Taiwan Bantu Pemulangan 105 ABK WNI yang Terdampar di Lepas Pantai Taiwan
Permasalahan tersebut terjadi karena kurangnya perlindungan terhadap hak-hak pekerja, kondisi kerja di kapal yang kurang kondusif, ketidakjelasan kontrak antara para ABK dengan pemilik kapal, serta dugaan ketidakjujuran agensi/ perusahaan pengerah tenaga kerja
Kemudian, ke-12 ABK diberangkatkan dari Xaafuun menuju kota Bosaso, kota terbesar di Puntland. Selama empat hari di Bosaso, seluruh ABK mendapatkan pemulihan kesehatan dan tes PCR.Setelah itu, tanggal 27 Agustus 2021, rombongan berangkat meninggalkan Somalia menuju Indonesia melalui Addis Ababa, Ethiopia.
Duta Besar Indonesia untuk Republik Kenya merangkap Somalia, Uganda dan Republik Demokratik Kongo, M. Hery Saripudin mengungkapkan bahwa keberhasilan pemulangan 12 ABK terlantar dari laut lepas Somalia tersebut dapat terwujud karena adanya kerja sama yang erat dari berbagai pihak, baik KBRI Nairobi, instansi di pusat serta perwakilan RI terkait.
MenurutHery, kasus terlantarnya 12 ABK asal Indonesia di lepas pantai Somalia semestinya menjadi pelajaran berharga bagi pihak-pihak terkait di Indonesia. Baca juga: Taiwan Bantu Pemulangan 105 ABK WNI yang Terdampar di Lepas Pantai Taiwan
Permasalahan tersebut terjadi karena kurangnya perlindungan terhadap hak-hak pekerja, kondisi kerja di kapal yang kurang kondusif, ketidakjelasan kontrak antara para ABK dengan pemilik kapal, serta dugaan ketidakjujuran agensi/ perusahaan pengerah tenaga kerja
(ian)
Lihat Juga :