Taliban: Ledakan Tambahan di Kabul adalah Ulah Pasukan Amerika Serikat
Jum'at, 27 Agustus 2021 - 16:01 WIB
loading...
Pasukan AS berdiri di dekat mobil yang terbakar. Foto/REUTERS
A
A
A
KABUL - Taliban terlambat dalam menenangkan kegelisahan penduduk Kabul setelah serangan teroris di bandara internasional tersebut.
Taliban menjelaskan ledakan terbaru hanyalah amunisi yang dihancurkan militer AS menjelang keberangkatan mereka meninggalkan Afghanistan.
Pernyataan dari Taliban mengakui "beberapa ledakan" yang telah terdengar di Kabul pada Kamis (26/8).
Baca juga: NATO Salahkan Taliban, AS Malah Beri Info Intelijen pada Taliban Soal ISIS
Taliban menghubungkannya dengan "pasukan AS yang menghancurkan aset mereka di bandara Kabul."
Baca juga: Mengutuk, Taliban Salahkan AS Atas Serangan Bom Bandara Kabul
"Tolong jangan terganggu," ungkap pernyataan Taliban.
Baca juga: Bom Bandara Kabul Tewaskan 12 Tentara AS, Jenderal McKenzie Bersumpah Membalasnya
Ledakan itu sebelumnya disalahartikan sebagai kelanjutan dari serangan yang menyebabkan sekitar 60 orang tewas dan 140 orang terluka.
Kondisi para korban diperparah oleh kerumunan besar yang berusaha merebut salah satu dari sedikit kursi yang tersisa dalam penerbangan menuju ke luar Afghanistan.
Sebanyak 28 anggota Taliban tewas dalam serangan dua bom bunuh diri yang mengguncang ibu kota Afghanistan, Kabul.
Informasi itu diungkapkan seorang pejabat Taliban kepada Reuters. Taliban berjanji meningkatkan keamanan di bandara Kabul untuk mencegah serangan teroris di masa depan.
“Kami telah kehilangan lebih banyak orang daripada orang Amerika,” ungkap seorang pejabat Taliban yang tidak disebutkan namanya kepada outlet tersebut pada Jumat (27/8), setelah sepasang ledakan menewaskan puluhan warga Afghanistan dan 13 tentara Amerika Serikat sehari sebelumnya.
Taliban menjelaskan ledakan terbaru hanyalah amunisi yang dihancurkan militer AS menjelang keberangkatan mereka meninggalkan Afghanistan.
Pernyataan dari Taliban mengakui "beberapa ledakan" yang telah terdengar di Kabul pada Kamis (26/8).
Baca juga: NATO Salahkan Taliban, AS Malah Beri Info Intelijen pada Taliban Soal ISIS
Taliban menghubungkannya dengan "pasukan AS yang menghancurkan aset mereka di bandara Kabul."
Baca juga: Mengutuk, Taliban Salahkan AS Atas Serangan Bom Bandara Kabul
"Tolong jangan terganggu," ungkap pernyataan Taliban.
Baca juga: Bom Bandara Kabul Tewaskan 12 Tentara AS, Jenderal McKenzie Bersumpah Membalasnya
Ledakan itu sebelumnya disalahartikan sebagai kelanjutan dari serangan yang menyebabkan sekitar 60 orang tewas dan 140 orang terluka.
Kondisi para korban diperparah oleh kerumunan besar yang berusaha merebut salah satu dari sedikit kursi yang tersisa dalam penerbangan menuju ke luar Afghanistan.
Sebanyak 28 anggota Taliban tewas dalam serangan dua bom bunuh diri yang mengguncang ibu kota Afghanistan, Kabul.
Informasi itu diungkapkan seorang pejabat Taliban kepada Reuters. Taliban berjanji meningkatkan keamanan di bandara Kabul untuk mencegah serangan teroris di masa depan.
“Kami telah kehilangan lebih banyak orang daripada orang Amerika,” ungkap seorang pejabat Taliban yang tidak disebutkan namanya kepada outlet tersebut pada Jumat (27/8), setelah sepasang ledakan menewaskan puluhan warga Afghanistan dan 13 tentara Amerika Serikat sehari sebelumnya.
(sya)
Lihat Juga :