Indonesia Kutuk Serangan Bom Bunuh Diri di Bandara Kabul
Jum'at, 27 Agustus 2021 - 10:51 WIB
loading...
Sejumlah korban serangan bom bunuh diri di Bandara Internasional Hamid Karzai Kabul, Afghanistan tengah mendapat perawatan. Foto/AP
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras serangan bom di Bandara Internasional Hamid Karzai Kabul, Afghanistan . Puluhan orang, termasuk warga Afghanistan yang berharap bisa keluar dari negara itu, dan belasan tentara Amerika Serikat (AS) tewas dalam serangan tersebut.
"Indonesia mengutuk keras serangan teroris di dekat Bandara Kabul (26/8) yang menewaskan puluhan orang dan melukai banyak orang," kata Kementerian Luar Negeri di akun Twitternya yang dipantau Sindonews, Jumat (27/8/2021).
Dua pelaku bom bunuh diri dan pria bersenjata menyerang kerumunan warga Afghanistan yang berbondong-bondong ke bandara Kabul . Pejabat Afghanistan dan AS mengatakan serangan itu menewaskan sedikitnya 60 warga Afghanistan dan 13 tentara Amerika.
Baca juga: Dua Bom Guncang Bandara Kabul saat Evakuasi, Banyak Korban Berjatuhan
Sejumlah pemimpin dunia juga mengutuk serangan ini menyebutnya sebagai serangan pengecut dan tidak manusiawi. Mereka juga menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal.
Sementara itu dalam pernyataan yang disampaikan dengan kesedihan mendalam, Presiden AS Joe Biden berjanji untuk "memburu" teroris ISIS yang berada di balik serangan bom tersebut.
"Kami tidak akan memaafkan. Kami tidak akan melupakan," katanya. "Kami akan memburumu dan membuatmu membayarnya," sumpah Biden.
"Indonesia mengutuk keras serangan teroris di dekat Bandara Kabul (26/8) yang menewaskan puluhan orang dan melukai banyak orang," kata Kementerian Luar Negeri di akun Twitternya yang dipantau Sindonews, Jumat (27/8/2021).
Dua pelaku bom bunuh diri dan pria bersenjata menyerang kerumunan warga Afghanistan yang berbondong-bondong ke bandara Kabul . Pejabat Afghanistan dan AS mengatakan serangan itu menewaskan sedikitnya 60 warga Afghanistan dan 13 tentara Amerika.
Baca juga: Dua Bom Guncang Bandara Kabul saat Evakuasi, Banyak Korban Berjatuhan
Sejumlah pemimpin dunia juga mengutuk serangan ini menyebutnya sebagai serangan pengecut dan tidak manusiawi. Mereka juga menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal.
Sementara itu dalam pernyataan yang disampaikan dengan kesedihan mendalam, Presiden AS Joe Biden berjanji untuk "memburu" teroris ISIS yang berada di balik serangan bom tersebut.
"Kami tidak akan memaafkan. Kami tidak akan melupakan," katanya. "Kami akan memburumu dan membuatmu membayarnya," sumpah Biden.
Lihat Juga :