Mengenal ISIS-K dalang Bom Bandara Kabul: Dari Bom Bunuh Diri hingga Eksekusi Brutal

Jum'at, 27 Agustus 2021 - 10:52 WIB
loading...
Mengenal ISIS-K dalang...
Kelompok ekstrimis ISIS-K selama ini kerap melakukan aksi bom bunuh diri hingga melakukan eksekusi brutal. Foto/Ilustrasi/Sindonew
A A A
KABUL - ISIS-K atau Negara Islam Provinsi Khorasan mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di bandara Kabul , yang menewaskan puluhan orang yang berusaha meninggalkan Afghanistan dan setidaknya 13 anggota militer Amerika Serikat (AS). Kelompok ekstrimis itu mengatakan seorang bombernya berhasil mencapai kerumunan penerjemah dan kolaborator tentara AS di Baran Camp dekat Bandara Kabul dan meledakkan sabuk peledaknya di antara mereka, menewaskan sekitar 60 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya, termasuk pejuang Taliban .

Laporan mengatakan bahwa ISIS-K, afiliasi regional ISIS yang aktif di Afghanistan dan Pakistan, telah lama merencanakan serangan terhadap personel Amerika dan lainnya.

Lalu siapakan ISIS-K?

Dikutip dari Hindustan Times, Jumat (27/8/2021), ISIS-K dinamai menurut istilah lama untuk wilayah yang sekarang terletak di timur laut Iran, Turkmenistan selatan dan Afghanistan utara. Kelompok ini pertama kali muncul di Afghanistan timur pada akhir 2014 dan dengan cepat membangun reputasi untuk kebrutalan ekstrem.

Menurut beberapa ahli tentang militansi Islam di wilayah tersebut kelompok ini didirikan oleh elemen garis keras Taliban Pakistan yang melarikan diri ke Afghanistan ketika pasukan keamanan Pakistan menindak mereka.

Pejabat intelijen Amerika Serikat (AS) sebelumnya mengatakan kepada CNN bahwa keanggotaan ISIS-K termasuk sejumlah kecil jihadis veteran dari Suriah dan pejuang teroris asing lainnya. Mereka mengatakan bahwa AS telah mengidentifikasi 10 sampai 15 dari operasi utama mereka di Afghanistan.

Baca juga: ISIS Klaim Serangan Bom Bandara Kabul yang Membunuh 12 Tentara AS

Kelompok ini mempunyai basis di Afghanistan timur dalam beberapa tahun terakhir, terutama di provinsi Nangahar dan Kunar. ISIS-K telah membentuk sel-sel di Kabul yang telah melakukan sejumlah serangan bunuh diri yang menghancurkan di dalam dan di luar ibu kota Afghanistan sejak 2016. ISIS-K, yang awalnya terbatas pada sejumlah kecil wilayah di perbatasan dengan Pakistan, telah membentuk sebuah front besar kedua di provinsi utara termasuk Jawzjan dan Faryab.

Pusat Pemberantasan Terorisme di West Point mengatakan anggota ISIS-K termasuk warga Pakistan dari kelompok militan lain dan ekstremis Uzbekistan selain warga Afghanistan.

Para pejabat intelijen AS mengatakan bahwa gerakan itu menggunakan ketidakstabilan yang menyebabkan runtuhnya pemerintah dukungan Barat di Afghanistan awal bulan ini untuk memperkuat posisinya dan meningkatkan perekrutan anggota Taliban yang kehilangan haknya.

"ISIS-Khorasan mengeksploitasi ketidakstabilan politik dan meningkatnya kekerasan selama kuartal tersebut dengan menyerang target dan infrastruktur sektarian minoritas untuk menyebarkan ketakutan dan menyoroti ketidakmampuan pemerintah Afghanistan untuk memberikan keamanan yang memadai," kata inspektur jenderal departemen pertahanan AS untuk Afghanistan (SIGAR) dalam laporannya.

Meski sama-sama memusuhi Barat, ISIS-K dan Taliban sejatinya adalah dua kelompok yang menentang satu sama lain. ISIS-K memiliki perbedaan besar dengan Taliban dan menuduh mereka meninggalkan Jihad serta medan perang demi penyelesaian damai yang dinegosiasikan di "hotel mewah" di Doha, Qatar.

Menurut Pusat Keamanan dan Kerjasama Internasional di Universitas Stanford, perbedaan mereka juga dalam hal ideologis.

Baca juga: Bom Tewaskan 12 Tentara AS, Biden kepada ISIS: Kami Akan Memburu Anda

"Permusuhan antara kedua kelompok muncul baik dari perbedaan ideologis dan persaingan untuk sumber daya. ISIS menuduh Taliban menarik legitimasinya dari basis etnis dan nasionalistik yang sempit, daripada keyakinan Islam universal," kata pusat itu.

Associated Press telah melaporkan bahwa ketika Taliban berusaha untuk bernegosiasi dengan AS dalam beberapa tahun terakhir, banyak dari anggota mereka yang menentang pembicaraan ini beralih ke Negara Islam yang lebih ekstremis.

Para peneliti mengatakan bahwa ada hubungan kuat antara ISIS-K dan jaringan Haqqani, yang pada gilirannya terkait erat dengan Taliban.

“Beberapa serangan besar antara 2019 dan 2021 melibatkan kolaborasi antara ISIS-K, Jaringan Haqqani Taliban dan kelompok teror lain yang berbasis di Pakistan,” kata Dr Sajjan Gohel dari Asia Pacific Foundation kepada BBC.

ISIS-K telah melakukan serangkaian bom bunuh diri di Kabul dan kota-kota lain terhadap target pemerintah dan militer asing. Para ahli mengatakan serangan ini bertujuan untuk membangun kredensial mereka sebagai gerakan militan yang lebih keras dan ekstrem.

Dari eksekusi para tetua desa hingga pembunuhan pekerja Palang Merah dan serangan bunuh diri terhadap massa, termasuk serangkaian operasi bunuh diri berdarah terhadap target yang terkait dengan minoritas Syiah, telah disalahkan pada kelompok tersebut.

Di antara target baru-baru ini adalah masjid Sufi, tiang listrik dan tanker bahan bakar serta penumpang bus Syiah di Kabul. Para pejabat AS juga percaya serangan terhadap sekolah perempuan untuk minoritas Hazara yang mayoritas Syiah adalah pekerjaan ISIS-K.

Baca juga: Bom Bandara Kabul Tewaskan 12 Tentara AS, Jenderal McKenzie Bersumpah Membalasnya
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Seluruh Tentara AS Hengkang...
Seluruh Tentara AS Hengkang setelah 10 Tahun Bercokol di Suriah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Densus Tangkap 8 Terduga...
Densus Tangkap 8 Terduga Teroris JAD Afiliasi ISIS di Sulteng
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Iran: Israel Ingin Sabotase...
Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS
Rekomendasi
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Messi Menyala! Argentina...
Messi Menyala! Argentina Tundukkan Austria 2-0
Berita Terkini
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved