Parahnya Biden, Tak Tahu Apa dan Berapa Senjata AS yang Dirampas Taliban

Selasa, 24 Agustus 2021 - 12:47 WIB
loading...
A A A
Surat dari Comer dan Grothman mengutip sebuah artikel yang diterbitkan oleh The Intercept pekan lalu yang mengatakan bahwa Taliban menyita Handheld Interagency Identity Detection Equipment, yang menyimpan data biometrik seperti pemindaian iris mata dan sidik jari dan dapat digunakan untuk mengakses database.

“Kemungkinan informasi ini akan digunakan untuk menyerang sekutu AS,” tulis kedua anggota Parlemen tersebut.

Pentagon tidak segera menanggapi permintaan komentar yang diajukan wartawan.

Amerika Serikat menghabiskan sekitar USD83 miliar untuk pelatihan dan memperlengkapi pasukan keamanan Afghanistan selama dua dekade terakhir.

Baca juga: Viral, Eks Pasukan Khusus AS Ajari Presiden Atasi Krisis Afghanistan

Antara 2003 hingga 2016, Amerika Serikat mentransfer 75.898 kendaraan, 599.690 senjata, 162.643 peralatan komunikasi, 208 pesawat, dan 16.191 peralatan intelijen, pengawasan, dan pengintaian ke pasukan Afghanistan. Data ini bersumber dari laporan Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO) AS 2017.

Dari 2017 hingga 2019, Amerika Serikat juga memberi pasukan Afghanistan 7.035 senapan mesin, 4.702 Humvee, 20.040 granat tangan, 2.520 bom dan 1.394 peluncur granat, di antara peralatan lainnya. Itu merupakan laporan tahun lalu dari Inspektur Jenderal Khusus untuk Rekonstruksi Afghanistan.

Comer dan Grothman meminta pertanggungjawaban penuh atas senjata-senjata itu, termasuk yang sudah dinonaktifkan atau tidak di darat pada 1 Mei. "Semua dokumen dan informasi mengenai upaya yang direncanakan atau saat ini untuk merebut kembali, menghancurkan, atau menonaktifkan peralatan militer..yang tetap beroperasi di Afghanistan," imbuh surat mereka.

Beberapa peralatan militer AS berhasil keluar dari negara itu sebelum pengambilalihan negara oleh Taliban.

Setidaknya 46 dari 211 pesawat yang dipasok AS sekarang berada di Uzbekistan setelah lebih dari 500 tentara Afghanistan menggunakannya untuk melarikan diri ketika pemerintah di Kabul runtuh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Bersumpah Balas Dendam Pembunuhan Ali Khamenei
Tragis! Ibu dan 4 Putrinya...
Tragis! Ibu dan 4 Putrinya Tewas dalam Kebakaran Apartemen, Loncat dari Lantai 7
Rekomendasi
PAN dan PDIP Desak Febrie...
PAN dan PDIP Desak Febrie Adriansyah Dihukum Mati, Gerindra Dorong Pengembalian Kerugian Keuangan Negara Secara Maksimal
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
Berita Terkini
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved