Viral, Eks Pasukan Khusus AS Ajari Presiden Atasi Krisis Afghanistan

Selasa, 24 Agustus 2021 - 11:19 WIB
loading...
Viral, Eks Pasukan Khusus...
Jocko Willink, seorang pensiunan Navy SEAL, berpidato seolah-olah sebagai presiden AS tentang bagaimana mengatasi krisis Afghanistan. Foto/Twitter @jockowillink
A A A
WASHINGTON - Seorang pensiunan Navy SEAL, pasukan khusus Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), mem-posting video singkat tentang dirinya berpidato seolah-olah sebagai presiden. Dalam video yang viral, dia mengajarkan bagaimana seorang presiden Amerika mengatasi krisis Afghanistan saat ini.

Meski tak menyebut nama Presiden Joe Biden, aksi pensiunan Navy SEAL itu diduga sebagai sindiran keras untuk Biden yang selama berhari-hari menuai kecaman publik Amerika dan sekutu NATO-nya atas penarikan tentara Amerika yang kacau dari Afghanistan. Kekacauan terjadi setelah Taliban mengambil alih negara itu, namun banyak tentara dan warga AS belum rampung dievakuasi.

Baca juga: Wapres Afghanistan: Taliban Tak Beda dengan al-Qaeda, Ibarat Coke dan Pepsi

Jocko Willink, seorang pensiunan Navy SEAL, menggunakan Instagram untuk mem-posting video singkatnya pada hari Senin.

Video sindiran itu muncul ketika juru bicara Gedung Putih Jen Psaki tampak sangat kesal selama pressbriefing ketika dia ditanya tentang orang Amerika yang "terdampar" di Afghanistan. Psaki mengatakan tidak akurat untuk mengatakan mereka terdampar dan menegaskan kembali komitmen AS untuk membawa pulang setiap orang Amerika yang ingin pergi.

Willink muncul dalam video hitam-putih dengan T-shirt hitam dan potongan rambut pendek. Dia terdengar tegas dan berbicara dalam semburan kalimat deklaratif singkat. Dia menjelaskan dalam keterangan video bahwa itu adalah bagaimana dia akan mengatasi situasi ini kepada dunia.

Berpidato seolah-olah sebagai presiden Amerika, Willink mengakui bahwa dia membuat "kesalahan kritis" dalam meremehkan kemampuan Taliban. Dia kemudian mengatakan kesalahan ada pada dirinya sendiri. Dia selanjutnya mengakui bahwa sekutu Amerika dan Afghanistan terdampar, tetapi mengatakan mereka "tidak akan lama."

Dia menghabiskan sebagian besar pidatonya itu untuk membuktikan langkah-langkah yang akan dia ambil untuk memperbaiki masalah.

"Dalam 48 jam ke depan, Amerika akan menguasai sebagian besar bandara utama di Afghanistan," katanya.

"Setiap perlawanan yang kita temui dari Taliban atau sebaliknya—ketika kita merebut bandara-bandara ini—akan dihancurkan sepenuhnya dan tanpa ampun," ujarnya, seperti dikutip Fox News, Selasa (24/8/2021).

Dia mengatakan menguasai bandara-bandara Afghanistan akan memungkinkan pasukan AS untuk melakukan misi penyelamatan cepat di seluruh negeri.

"Setiap orang yang mengganggu operasi ini akan dibunuh," katanya.

Baca juga: Iran: Versi Baru Sistem Rudal Bavar-373 Lebih Baik dari S-400 Rusia

Dia juga mengatakan akan memerintahkan pasukan untuk merebut kembali atau menghancurkan senjata dan peralatan yang ditinggalkan oleh pasukan Afghanistan yang melarikan diri.

"Setiap orang yang menggunakan, menjaga, atau berada di dekat senjata atau peralatan ini akan dibunuh," katanya lagi.

Dia mengatakan begitu warga Amerika dan Afghanistan diekstraksi dan senjata diambil atau dihancurkan, AS akan meninggalkan negara itu. Namun, lanjut pidatonya, dia berjanji untuk terus mengawasi kemungkinan kegiatan teroris atau pelanggaran hak asasi manusia dengan menggunakan teknologi pengawasan.

Dia lebih lanjut mengatakan AS akan mendukung pejuang kemerdekaan di negara itu melalui serangan udara dan dengan unit Pasukan Khusus.

Menurutnya, AS akan melanjutkan dukungan sampai musuh tidak lagi menjadi ancaman bagi Amerika atau "orang-orang baik Afghanistan."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
Berita Terkini
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Infografis
Agung Gumilar Saputra,...
Agung Gumilar Saputra, Eks Kopassus yang Jadi Asisten Khusus Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved