Takut pada Taliban, Bintang Pop Wanita Terbesar Afghanistan Kabur

Jum'at, 20 Agustus 2021 - 09:52 WIB
loading...
Takut pada Taliban,...
Bintang pop wanita terbesar Afghanistan, Aryana Sayeed (kiri) meninggalkan negaranya dengan pesawat kargo AS. Foto/Instagram @aryanasayeedofficial
A A A
DOHA - Takut hidup di bawah kekuasaan Taliban , bintang pop wanita terbesar Afghanistan ; Aryana Sayeed, kabur atau melarikan diri dari negaranya.

Penyanyi ini meninggalkan negaranya dengan menumpang pesawat kargo Amerika Serikat (AS). Dia termasuk di antara sedikit orang yang beruntung karena ekspatriat dari seluruh dunia berjuang untuk menemukan penerbangan ke luar negeri.

Baca juga: Salima Mazari, Gubernur Wanita Pertama Afghanistan yang Ditangkap Taliban

Aryana Sayeed, 36, yang baru-baru ini menjadi juri pada acara kompetisi menyanyi di televisi Afghanistan, mengatakan kepada wartawan bahwa dia pergi dengan pesawat kargo AS pada hari Rabu.

“Saya baik-baik saja dan hidup dan setelah beberapa malam yang tak terlupakan, saya telah mencapai Doha, Qatar, dan sedang menunggu penerbangan pulang saya ke Istanbul,” katanya dalam sebuah posting yang dia bagikan kepada 1,3 juta pengikut Instagram-nya.

Dari Doha, dia melanjutkan ke Turki di mana dia tinggal penuh waktu dengan suaminya Hasib Sayed, seorang produser musik Afghanistan.

"Setelah saya pulang dan pikiran serta emosi saya kembali normal dari dunia yang tidak percaya dan kaget, saya punya banyak cerita untuk dibagikan kepada Anda,” lanjut dia dalam posting emosionalnya.

Penyanyi ini dilaporkan telah menjadi advokat vokal untuk tentara pemerintah Afghanistan, sebelum militer AS menarik diri dari negara itu awal bulan ini setelah pendudukan 20 tahun. Hengkangnya pasukan AS telah memberi ruang bagi Taliban untuk mengambil alih kekuasaan di Afghanistan.

Wanita Afghanistan terkemuka lainnya tidak seberuntung itu, termasuk gubernur distrik Hazara, Salima Mazari, yang dilaporkan ditangkap pada hari Rabu. Banyak yang takut Mazari, yang secara terbuka mengkritik kelompok Taliban, akan dieksekusi.

Baca juga: Taliban Deklarasikan Negara Baru Bernama 'Imarah Islam Afghanistan'

Keluarga Mazari adalah Muslim Syiah, sedangkan Taliban adalah Sunni. Dua denominasi Islam ini telah berperang atas keyakinan mereka selama berabad-abad.

Seorang juru bicara kelompok Taliban, Waheedullah Hashimi, mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis, “Ulama kami akan memutuskan apakah anak perempuan diizinkan pergi ke sekolah atau tidak. Mereka akan memutuskan apakah mereka harus mengenakan jilbab, burqa, atau hanya (sebuah) kerudung plus abaya atau semacamnya, atau tidak. Itu terserah mereka.”

Dia menambahkan, “Tidak akan ada sistem demokrasi sama sekali karena tidak memiliki basis di negara kita.”
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Perang Berlanjut, Pakistan...
Perang Berlanjut, Pakistan Klaim Bunuh 274 Pejuang Taliban, 400 Luka-luka
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Pesawat Pengebom Su-24...
Pesawat Pengebom Su-24 Ukraina Jatuh saat Misi Tempur, 2 Pilot Tewas
Rekomendasi
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Sinetron Tobat Jatuh...
Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Siap Ulang Kesuksesan 'Dunia Terbalik'
Berita Terkini
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Infografis
5 Kombes Pol Pecah Bintang...
5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved