Pengikut Taliban di Facebook Meningkat Lebih dari Dua Kali Lipat

Jum'at, 20 Agustus 2021 - 04:32 WIB
loading...
Pengikut Taliban di...
New York Times melaporkan jumlah pengikut Taliban di platform media sosial mengalami peningkatan. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Pemerintah di seluruh dunia sedang memutuskan apakah akan menerima Taliban sebagai pemerintah yang sah atau tidak setelah kelompok yang berafiliasi dengan teroris itu menguasai Afghanistan . Sekarang, perusahaan media sosial juga berlomba untuk memutuskan hal yang sama.

Facebook , YouTube , dan Twitter memberlakukan berbagai larangan terhadap konten Taliban di platform mereka. Tetapi ketika kelompok ekstremis mencoba menggunakan media sosial sebagai sarana pemerintahan - alih-alih mengagungkan konten kekerasan - aturan itu pun menjadi tidak jelas terkait siapa atau apa yang harus dilarang.

Menurut laporan New York Times, larangan media sosial yang saat ini berlaku tidak menghentikan kelompok ekstremis itu untuk menumbuhkan audiensi mereka secara online. Analisis yang dilakukan oleh New York Times menemukan bahwa lebih dari 100 akun pro-Taliban baru telah muncul di Twitter dan Facebook sejak 9 Agustus.

New York Times melaporkan pengikut halaman resmi Facebook Taliban telah tumbuh 120% menjadi 49.000 pengguna, dan puluhan ribu pengguna melihat video YouTube kelompok itu. Di Twitter, video Taliban mengumpulkan setengah juta tampilan dalam satu hari.

Baca juga: Al-Qaeda di Yaman Ucapkan Selamat pada Taliban, Sumpah Lanjutkan Aksi
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Menilai Rapor Australia...
Menilai Rapor Australia dalam Kebijakan Pelarangan Media Sosial
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Perang Berlanjut, Pakistan...
Perang Berlanjut, Pakistan Klaim Bunuh 274 Pejuang Taliban, 400 Luka-luka
Grok Sebut Video Afghanistan...
Grok Sebut Video Afghanistan Tembak Jatuh Jet Tempur F-16 Pakistan Tak Benar
Perang Pecah, Afghanistan...
Perang Pecah, Afghanistan Dilaporkan Tembak Jatuh Jet Tempur F-16 Pakistan
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Terbitkan Surat Terbuka,...
Terbitkan Surat Terbuka, Zelensky Ajak Putin Bertemu untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina
AS Naikkan Level Ancaman...
AS Naikkan Level Ancaman Mata-Mata Israel dari Tinggi Menjadi Kritis, Ini Pemicunya
Rekomendasi
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Gula Berlebihan pada Anak, Bisa Turunkan Kecerdasan
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Timnas Iran Mendarat...
Timnas Iran Mendarat di Meksiko Jelang Piala Dunia 2026, Optimistis Lolos Fase Grup
Berita Terkini
Iran Tembakkan Rentetan...
Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
Infografis
Susu Kecoa Diklaim Peneliti...
Susu Kecoa Diklaim Peneliti Tiga Kali Lebih Bergizi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved