Bandingkan Perang Afghanistan dengan Video Game, Taliban Sebut Pangeran Harry Pengecut

Jum'at, 20 Agustus 2021 - 03:04 WIB
loading...
Bandingkan Perang Afghanistan...
Pangeran Harry saat bertugas di Afghanistan. Foto/Sputnik
A A A
KABUL - Menyusul keberhasilan Taliban berkuasa kembali di Afghanistan setelah militer Amerika Serikat (AS) dan NATO keluar dari negara itu, media mengingat bagaimana juru bicara kelompok itu Zabihullah Mujahid pernah mencap Pangeran Harry sebagai pengecut. Pernyataan itu keluar setelah Pangeran Harry membandingkan pengoperasian sistem persenjataan di negara yang dilanda perang itu dengan bermain video game.

Pernyataan cucu Ratu Inggris itu dibuat selama penempatan keduanya ke Afghanistan, yang ia selesaikan pada Januari 2013 setelah 20 minggu bertugas. Selama bertugas, Harry dikunjungi oleh wartawan di kampnya di provinsi Helmand, di mana tentara difilmkan bermain game FIFA selama jam bebas mereka.

Pangeran Harry mendapatkan reputasi sebagai pilot yang cukup baik selama karir militernya, tetapi beberapa komentar tidak bijaksana yang diduga dibuat olehnya tentang tugas keduanya di Afghanistan masih menghantuinya.

Dalam wawancara yang bertepatan dengan kepergian Pangeran Harry dari kamp, ia mengatakan kepada wartawan bahwa itu adalah "kegembiraan" baginya untuk bertugas sebagai penembak helikopter serang Apache - karena itu seperti bermain video game.

"Ini menyenangkan bagi saya karena saya salah satu dari orang-orang yang suka bermain PlayStation dan Xbox, jadi dengan ibu jari saya, saya suka berpikir bahwa saya mungkin cukup berguna," klaimnya kala itu seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (20/8/2021).

Baca juga: 'Hidup Afghanistan', Kibarkan Bendera Nasional Warga Afghanistan Menentang Taliban
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Peter Phillips Resmi...
Peter Phillips Resmi Menikah, Absennya Pangeran Harry Jadi Sorotan
Presiden Jerman Akan...
Presiden Jerman Akan Kunjungi Jakarta 15 Juni, Boyong Delegasi Bisnis dan Peneliti
Detik-Detik 2 Helikopter...
Detik-Detik 2 Helikopter Tabrakan dan Tewaskan Penyanyi Oliver Tree, Menegangkan!
Rekomendasi
Bek Arab Saudi Abdulelah...
Bek Arab Saudi Abdulelah al-Amri Koyak Gawang Uruguay di Babak Pertama
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
Berita Terkini
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
Infografis
Pangeran William Lindungi...
Pangeran William Lindungi Putri Charlotte Agar Tak Bernasib seperti Harry
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved