Sebut Penarikan Pasukan Hal Memalukan, Trump: China Menertawakan Kami
Rabu, 18 Agustus 2021 - 17:06 WIB
loading...
A
A
A
Berbicara tentang Ghani, Trump mengatakan: "Saya tidak pernah memiliki banyak kepercayaan, terus terang, pada Ghani. Saya mengatakan itu secara terbuka. Saya pikir dia benar-benar bajingan. Saya tidak pernah menyukainya," ujar Trump.
Menurut Trump, situasi Afghanistan saat ini akan mempengaruhi hubungan luar negeri AS selama beberapa dekade mendatang.
"(Ini adalah) waktu yang mengerikan bagi negara kita...ini adalah periode waktu paling memalukan yang pernah saya lihat," ucap Trump.
Trump, yang telah berjanji untuk mengakhiri "perang tanpa akhir" yang telah dilakukan AS di Timur Tengah, merundingkan kesepakatan dengan Taliban pada Februari 2020 yang diwarisi oleh pemerintahan Biden. Kesepakatan itu, yang ditandatangani di Doha Qatar, mempertimbangkan penarikan bertahap pasukan AS dari Afghanistan sebagai imbalan atas komitmen Taliban untuk tidak mendukung al-Qaeda dan kelompok teroris lainnya di wilayah tersebut.
Dia, bagaimanapun, mengatakan bahwa Taliban tidak suka bernegosiasi.
Baca juga: Trump: Joe Biden Telah Salah Jalan Terkait dengan Afghanistan
Pasukan AS menginvasi Afghanistan di bawah mantan presiden AS George W. Bush pada tahun 2001, sebagai bagian dari "perang melawan teror" yang terkenal, setelah serangan teror 11 September. Invasi tersebut mengakibatkan kematian setidaknya 2.448 prajurit AS dan lebih dari 47.200 warga sipil Afghanistan, serta merugikan pembayar pajak sekitar USD2,261 triliun, menurut perkiraan terbaru.
Menurut Trump, situasi Afghanistan saat ini akan mempengaruhi hubungan luar negeri AS selama beberapa dekade mendatang.
"(Ini adalah) waktu yang mengerikan bagi negara kita...ini adalah periode waktu paling memalukan yang pernah saya lihat," ucap Trump.
Trump, yang telah berjanji untuk mengakhiri "perang tanpa akhir" yang telah dilakukan AS di Timur Tengah, merundingkan kesepakatan dengan Taliban pada Februari 2020 yang diwarisi oleh pemerintahan Biden. Kesepakatan itu, yang ditandatangani di Doha Qatar, mempertimbangkan penarikan bertahap pasukan AS dari Afghanistan sebagai imbalan atas komitmen Taliban untuk tidak mendukung al-Qaeda dan kelompok teroris lainnya di wilayah tersebut.
Dia, bagaimanapun, mengatakan bahwa Taliban tidak suka bernegosiasi.
Baca juga: Trump: Joe Biden Telah Salah Jalan Terkait dengan Afghanistan
Pasukan AS menginvasi Afghanistan di bawah mantan presiden AS George W. Bush pada tahun 2001, sebagai bagian dari "perang melawan teror" yang terkenal, setelah serangan teror 11 September. Invasi tersebut mengakibatkan kematian setidaknya 2.448 prajurit AS dan lebih dari 47.200 warga sipil Afghanistan, serta merugikan pembayar pajak sekitar USD2,261 triliun, menurut perkiraan terbaru.
(ian)
Lihat Juga :