Sebut Penarikan Pasukan Hal Memalukan, Trump: China Menertawakan Kami
Rabu, 18 Agustus 2021 - 17:06 WIB
loading...
A
A
A
"Kami menghabiskan USD42 miliar setahun. Bayangkan, 42 miliar. Saya mengerti Rusia menghabiskan USD50 miliar setahun untuk seluruh militer mereka, kami menghabiskan USD42 miliar," kata Trump kepada Hannity.
"Dan kami tidak mendapatkan apa-apa," imbuhnya.
Presiden Joe Biden mengumumkan keputusannya untuk mengakhiri kehadiran militer AS di Afghanistan pada 14 April, yang merupakan kampanye militer AS terlama di luar negeri. Saat penarikan hampir selesai, para pejuang Taliban memasuki Kabul dan mengambil alih kekuasaan di negara itu pada 15 Agustus.
Sementara tampaknya pengambilalihan Taliban datang sebagai kejutan bagi Biden, yang telah meyakinkan pemilih Amerika tentang kompetensi dan kekuatan pasukan Afghanistan, intelijen AS telah meramalkan jatuhnya Afghanistan dengan cepat ke tangan kelompok Islamis itu.
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, seorang teknokrat, melarikan diri ke luar negeri dengan kantong berisi uang tunai , menyusul kemenangan Taliban. Ghani mengklaim "pengalihan kekuasaan" yang cepat dilakukan untuk mencegah apa yang dia gambarkan sebagai pertumpahan darah yang akan terjadi jika Taliban harus berperang untuk kota itu.
Baca juga: Ghani Ungkap Alasan Tinggalkan Afghanistan Saat Taliban Masuki Kabul
Namun, kelompok itu mengklaim akan mendukung pemerintah baru yang inklusif dan menghormati keyakinan agama serta nilai-nilai spiritual semua warga Afghanistan. Pada saat yang sama, mereka bersumpah untuk menjamin hak-hak perempuan Afghanistan.
"Dan kami tidak mendapatkan apa-apa," imbuhnya.
Presiden Joe Biden mengumumkan keputusannya untuk mengakhiri kehadiran militer AS di Afghanistan pada 14 April, yang merupakan kampanye militer AS terlama di luar negeri. Saat penarikan hampir selesai, para pejuang Taliban memasuki Kabul dan mengambil alih kekuasaan di negara itu pada 15 Agustus.
Sementara tampaknya pengambilalihan Taliban datang sebagai kejutan bagi Biden, yang telah meyakinkan pemilih Amerika tentang kompetensi dan kekuatan pasukan Afghanistan, intelijen AS telah meramalkan jatuhnya Afghanistan dengan cepat ke tangan kelompok Islamis itu.
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, seorang teknokrat, melarikan diri ke luar negeri dengan kantong berisi uang tunai , menyusul kemenangan Taliban. Ghani mengklaim "pengalihan kekuasaan" yang cepat dilakukan untuk mencegah apa yang dia gambarkan sebagai pertumpahan darah yang akan terjadi jika Taliban harus berperang untuk kota itu.
Baca juga: Ghani Ungkap Alasan Tinggalkan Afghanistan Saat Taliban Masuki Kabul
Namun, kelompok itu mengklaim akan mendukung pemerintah baru yang inklusif dan menghormati keyakinan agama serta nilai-nilai spiritual semua warga Afghanistan. Pada saat yang sama, mereka bersumpah untuk menjamin hak-hak perempuan Afghanistan.
Lihat Juga :