Kekosongan Akibat Penarikan ‘Simbolis’ Pasukan AS dari Irak Bisa Dimanfaatkan Teroris

Selasa, 17 Agustus 2021 - 07:30 WIB
loading...
A A A
Tapi, dia perlu menemukan jalan tengah antara menenangkan faksi-faksi pro-Iran dan pro-Amerika di dalam parlemennya. Dimana, menurut al-Istrabadi, untuk saat ini, kedua elemen ini menarik tali ke arah yang berlawanan.

Kelompok pro-AS di dalam parlemen ingin melihat Washington mengambil peran yang lebih aktif di Irak, sementara faksi-faksi pro-Iran ingin mengakhiri kehadiran Washington di wilayah tersebut.

Baca: Puluhan Truk Tangki AS Angkut Minyak Curian dari Suriah ke Irak

"Al-Kadhimi sedang mencoba untuk berjalan di garis tipis antara menenangkan faksi-faksi pro-Iran dan membela kedaulatan Irak dan (menenangkan) elemen-elemen pro-Amerika, karena Irak masih membutuhkan bantuan, dan pelatihan militer mereka,” ujarnya.

Masih belum jelas berapa banyak dukungan militer yang bersedia diberikan Washington. Jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa opini publik AS terbagi atas keterlibatan negara itu di Irak.

Pada tahun 2019, survei Gallup menemukan bahwa 50 persen responden menganggap mengirim pasukan ke negara yang dilanda perang itu adalah kesalahan; 51 persen berpikir AS telah menjadi tempat yang kurang aman untuk hidup sejak invasi.

"Irak bukan lagi masalah yang membara di AS. Orang-orang berada di luarnya. Bagi mereka, ini bukan lagi tahun 2003 dan kehadiran Amerika dianggap sebagai pasukan yang melindungi elit. Joe Biden ingin mengakhiri semuanya,” ungkap al-Istrabadi.

Namun, menenangkan publik bukanlah satu-satunya tujuan Biden dan al-Istrabadi menyarankan pemerintahannya memiliki sejumlah prioritas lain. “Timur Tengah tidak begitu penting lagi bagi mereka. Mereka memiliki masalah lain yang perlu dikhawatirkan [termasuk] Rusia dan China. Tetap di Irak tidak cocok,” ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: ‘Anda Curang atau Bodoh’
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Iran Bantah Serang Bandara...
Iran Bantah Serang Bandara Kuwait, Tuding Sistem Patriot AS Jadi Penyebab
Gempa M7 Guncang Filipina,...
Gempa M7 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami 1 Meter Lebih di 9 Provinsi
Rekomendasi
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Honda Siap Luncurkan...
Honda Siap Luncurkan 2 Motor Listrik Terbaru Lagi
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Berita Terkini
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved