Taliban Menang Perang, AS Turunkan Benderanya di Kedutaan Kabul

Senin, 16 Agustus 2021 - 11:28 WIB
loading...
Taliban Menang Perang,...
Polisi Afghanistan memeriksa mobil di pintu masuk Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, 15 Agustus 2021. Foto/REUTERS
A A A
KABUL - Kelompok Taliban mengeklaim kemenangan perang dengan mengumumkan perang Afghanistan telah berakhir. Sedangkan Amerika Serikat (AS) mulai menurunkan bendera nasionalnya di kedutaan besarnya di Kabul dan telah memindahkan hampir semua staf diplomatiknya ke bandara.

Klaim kemenangan perang oleh Taliban muncul tak lama setelah kelompok itu menduduki istana kepresidenan di Kabul pada Minggu petang. Istana diduduki setelah Presiden Ashraf Ghani melarikan diri, yang laporkan menuju Tajikistan.

Baca juga: Mengenal Taliban, Sekutu yang Berubah Jadi Musuh AS di Afghanistan

Juru bicara Taliban Mohammed Naeem mengatakan kepada Al Jazeera dari istana presiden pada Minggu malam bahwa perang di Afghanistan telah berakhir.

"[Kami] telah mencapai tujuan untuk mengamankan kebebasan negara kita dan kemerdekaan rakyat kami," katanya.

Ghani kemudian mem-posting di Facebook bahwa dia telah memilih untuk meninggalkan negara itu untuk mencegah pertumpahan darah di ibu kota, tanpa mengatakan ke mana dia pergi. Media lokal melaporkan bahwa Ghani berangkat ke Tajikistan.

Ghani mengatakan dia percaya "patriot yang tak terhitung jumlahnya akan menjadi martir dan kota Kabul akan dihancurkan" jika dia tetap tinggal.

Dia juga mengakui kemenangan Taliban. “Taliban telah menang...dan sekarang bertanggung jawab atas kehormatan, properti, dan pemeliharaan diri warga negara mereka,” katanya.

Baca juga: Presiden Ghani Kabur saat Taliban Datang, Publik Afghanistan Marah

Sementara itu, pasukan AS mengambil alih kontrol lalu lintas udara di bandara internasional di Kabul.

"Kami sedang menyelesaikan serangkaian langkah untuk mengamankan Bandara Internasional Hamid Karzai untuk memungkinkan keberangkatan aman personel AS dan sekutu dari Afghanistan melalui penerbangan sipil dan militer," kata Pentagon dan Departemen Luar Negeri dalam sebuah pernyataan bersama.

Departemen Luar Negeri mengatakan hampir semua personel kedutaan telah dipindahkan ke bandara termasuk pelaksana tugas (plt) duta besar, Ross Wilson, yang tetap berhubungan dengan Menteri Luar Negeri Antony Blinken.

"Bendera Amerika telah diturunkan dari kompleks kedutaan AS dan sekarang ditempatkan dengan aman bersama staf kedutaan," kata departemen itu melalui seorang juru bicaranya, seperti dikutip AFP, Senin (16/8/2021).

AS akan menutup kedutaannya di Kabul, yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Ini akan dilakukan setelah hampir 20 tahun Amerika menggulingkan rezim Taliban.

Dengan kecepatan yang menakjubkan, Taliban merebut kembali negara itu dalam waktu kurang dari seminggu setelah Presiden Joe Biden memulai penarikan terakhir pasukan AS, yang mengakhiri perang terlama Amerika.

Amerika Serikat telah mengirim 6.000 tentara ke bandara di Kabul untuk menerbangkan personel kedutaan serta warga Afghanistan yang membantu Amerika Serikat sebagai penerjemah atau dalam peran pendukung lainnya dan sekarang takut akan pembalasan Taliban.

"Misi mereka akan hanya berfokus pada memfasilitasi upaya ini dan akan mengambil alih kontrol lalu lintas udara," bunyi pernyataan bersama Pentagon dan Departemen Luar Negeri AS.

"Pada hari Senin dan selama beberapa hari mendatang, kami akan memindahkan ribuan warga negara Amerika yang telah tinggal di Afghanistan, serta staf misi AS yang dipekerjakan secara lokal di Kabul dan keluarga mereka dan warga negara Afghanistan lainnya yang sangat rentan," lanjut pernyataan tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Perwira Militer Israel...
Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab
Rekomendasi
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Berita Terkini
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved