Bank Sentral Cabut Subsidi Bahan Bakar, Warga Marah Blokir Jalanan Lebanon

Kamis, 12 Agustus 2021 - 23:01 WIB
loading...
Bank Sentral Cabut Subsidi...
Tentara Lebanon mencoba membuka jalan yang diblokir oleh mobil-mobil dekat tempat pengisian bahan bakar di Sidon, Lebanon, 12 Agustus 2021. Foto/REUTERS
A A A
BEIRUT - Penduduk yang marah memblokir jalan-jalan di Lebanon pada Kamis (12/8), sehari setelah bank sentral mengatakan tidak mampu lagi menopang impor bahan bakar kecuali dengan harga pasar gelap.

Ketika ekonomi Lebanon runtuh dan cadangan devisanya menyusut, keputusan itu dianggap sebagai pencabutan subsidi bahan bakar secara de facto.

Kantor berita nasional mengatakan orang-orang memblokir jalan di utara, selatan dan timur Lebanon.

Baca juga: Terlalu Mahal, Alasan Iran Batal Beli Vaksin Covid-19

Koresponden AFP melihat para pengendara dalam antrian panjang di luar pengisian bahan bakar (SPBU) yang masih buka. Para pengendara bergegas mengisi bahan bakar sebelum Kementerian Energi secara resmi mengumumkan harga baru.

Baca juga: Pernah Ditangkap 2017, Pangeran Arab Saudi Rival MBS Kini Menghilang

Biaya bensin diperkirakan naik tiga kali lipat, menurut proyeksi think tank Information International.

Baca juga: China Ternyata Lakukan Spionase Siber terhadap Israel sejak 2019

Di depan salah satu pom bensin di Beirut, Hussein Majed bertanya bagaimana semua orang berharap dapat menghadapi masalah kenaikan bahan bakar.

"Kau akan memaksa kami mencuri hanya untuk mengisi bahan bakar. Ketika hakim bertanya, kami akan mengatakan itu untuk membeli bensin, makan dan minum," ujar dia dengan wajah mengamuk.

Pound Lebanon telah kehilangan lebih dari 90% nilainya terhadap dolar Amerika Serikat di pasar gelap dalam waktu kurang dari dua tahun.

Secara resmi, bagaimanapun, mata uang tetap dipatok pada 1.507 pound terhadap dolar Amerika Serikat.

Sampai baru-baru ini, importir bahan bakar diberi akses ke dolar dengan tarif resmi yang menguntungkan.

Tetapi pihak berwenang bulan lalu meningkatkannya menjadi 3.900 pound, memicu kenaikan tajam harga di tempat pengisian bahan bakar.

Pada Rabu (11/8), bank sentral mengatakan akan meningkatkan lebih lanjut ke "tingkat pasar" yang saat ini berada di sekitar 20.000 pound.

Bank sentral mengatakan telah menghabiskan USD800 juta untuk impor bahan bakar pada Juli.

Perdana menteri Hassan Diab yang segera melepas jabatan, telah memprotes keputusan sepihak bank sentral.

Cadangan devisa telah anjlok lebih dari setengahnya sejak krisis ekonomi dimulai pada musim gugur 2019, dari USD32 miliar menjadi sekitar USD15 miliar hari ini, menurut data bank sentral.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Dasar Laut Terangkat...
Dasar Laut Terangkat hingga 2 Meter, Gempa Dahsyat M7,8 Ubah Peta Pesisir Filipina
Rekomendasi
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Bintang Piala Dunia...
Bintang Piala Dunia 2026 Elye Wahi Diduga Terlibat Pengaturan Skor
Berita Terkini
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Infografis
Menanti Skema Terkini...
Menanti Skema Terkini Penyaluran Bahan Bakar Minyak Subsidi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved