Oknum Perawat di Jerman Ganti Isi Vaksin Covid-19 dengan Larutan Garam
Kamis, 12 Agustus 2021 - 15:27 WIB
loading...
Perawat itu diduga menyuntikkan larutan garam di pusat vaksinasi di Friesland, sebuah distrik pedesaan dekat pantai Laut Utara, pada awal musim semi. Foto/REUTERS
A
A
A
BERLIN - Pihak berwenang di Jerman utara telah mengimbau ribuan orang untuk kembali melakukan vaksinasi Covid-19. Imbauan ini datang setelah penyelidikan menemukan bahwa perawat Palang Merah mungkin telah menyuntik mereka dengan larutan garam.
Perawat itu diduga menyuntikkan larutan garam ke lengan orang-orang di pusat vaksinasi di Friesland, sebuah distrik pedesaan dekat pantai Laut Utara, pada awal musim semi.
Hingga 86 ribu penduduk, termasuk orang tua dan mereka yang tergolong berisiko tinggi mungkin telah disuntik dengan larutan garam itu, alih-alih vaksin Covid-19. Baca juga: Jerman Ogah Kirim Lagi Tentaranya ke Afghanistan untuk Gempur Taliban
"Saya benar-benar terkejut denganlaporan ini," kata Sven Ambrosy, seorang anggota dewan Friesland, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (12/8/2021). Baca juga: Jerman Ogah Beri Uang ke Afghanistan Jika Terapkan Hukum Syariah
Meskipun larutan garam tidak berbahaya, tapi kebanyakan orang yang divaksinasi di Jerman pada bulan Maret dan Apri, di mana kejadian itu berlangsung, adalah orang tua, dan yang berisiko tinggi tertular Covid-19.
Perawat itu belum disebutkan namanya dan penyelidikan polisi sedang berlangsung. “Motif petugas kesehatan tidak jelas, tetapi dia memiliki pandangan skeptis tentang vaksin di posting media sosial,” kata penyelidik polisi, Peter Beer.
Perawat itu diduga menyuntikkan larutan garam ke lengan orang-orang di pusat vaksinasi di Friesland, sebuah distrik pedesaan dekat pantai Laut Utara, pada awal musim semi.
Hingga 86 ribu penduduk, termasuk orang tua dan mereka yang tergolong berisiko tinggi mungkin telah disuntik dengan larutan garam itu, alih-alih vaksin Covid-19. Baca juga: Jerman Ogah Kirim Lagi Tentaranya ke Afghanistan untuk Gempur Taliban
"Saya benar-benar terkejut denganlaporan ini," kata Sven Ambrosy, seorang anggota dewan Friesland, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (12/8/2021). Baca juga: Jerman Ogah Beri Uang ke Afghanistan Jika Terapkan Hukum Syariah
Meskipun larutan garam tidak berbahaya, tapi kebanyakan orang yang divaksinasi di Jerman pada bulan Maret dan Apri, di mana kejadian itu berlangsung, adalah orang tua, dan yang berisiko tinggi tertular Covid-19.
Perawat itu belum disebutkan namanya dan penyelidikan polisi sedang berlangsung. “Motif petugas kesehatan tidak jelas, tetapi dia memiliki pandangan skeptis tentang vaksin di posting media sosial,” kata penyelidik polisi, Peter Beer.
(ian)
Lihat Juga :