AS Mengaku Tidak Bisa Berbuat Banyak untuk Cegah Taliban Rebut Afghanistan

Rabu, 11 Agustus 2021 - 21:14 WIB
loading...
AS Mengaku Tidak Bisa...
Amerika Serikat (AS) mengaku tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mencegah Taliban merebut kembali Afghanistan. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengaku "tidak banyak" yang bisa dilakukan untuk mencegah Taliban merebut kembali Afghanistan. Pejabat senior Pentagon mengatakan, nasib bangsa ada di tangan warga Afghanistan.

Ketika ditanya apakah Washington akan terus memberikan dukungan kepada pasukan pemerintah Afghanistan yang melawan kemajuan cepat Taliban, juru bicara Pentagon, John Kirby mengatakan bahwa ini adalah perjuangan mereka. Baca juga: Kapal Induk Nuklir AS Jalani Tes Kejut dengan Bom 40.000 Pon untuk Ke-3 Kalinya

Kirby, seperti dilansir Arab News pada Rabu (11/8/2021),mengatakan bahwa dia “sangat prihatin” bahwa Taliban semakin dominan. Tetapi menegaskan kembali bahwa Joe Biden telah berkomitmen untuk mengakhiri kehadiran militer AS sesuai jadwal.

Dia mengatakan, AS akan mempromosikan penggunaan saluran diplomatik untuk mengakhiri pertempuran. Washington, jelasnya. telah mengirim utusan Zalmay Khalilzad ke Qatar, di mana Taliban memiliki kantor utamanya untuk menekan Taliban guna merundingkan penyelesaian politik.

Tetapi, tentang penggunaan kekuatan militer untuk mendukung pasukan pemerintah Afghanistan, Kirby mengatakan bahwa AS tidak lagi turut campur secara militer. Baca juga: Biden Tegaskan Tidak Menyesali Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan

“Ini adalah kekuatan militer mereka, ini adalah ibu kota provinsi mereka, rakyat mereka untuk dipertahankan dan itu benar-benar akan tergantung pada pemimpin mereka, apa yang ingin mereka tunjukan,” ucapnya.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Presiden FIFA Dicecar...
Presiden FIFA Dicecar Jurnalis soal Kekacauan Piala Dunia 2026, Jawaban Infantino Terkesan Meremehkan
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
AS-Iran Saling Serang,...
AS-Iran Saling Serang, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Sejarah! Kongo Tundukkan...
Sejarah! Kongo Tundukkan Uzbekistan Lewat Laga Dramatis dan Tantang Inggris di 32 Besar
Harry Kane Pecahkan...
Harry Kane Pecahkan Rekor Gary Lineker di Piala Dunia
Presiden FIFA Dicecar...
Presiden FIFA Dicecar Jurnalis soal Kekacauan Piala Dunia 2026, Jawaban Infantino Terkesan Meremehkan
Berita Terkini
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved