AS dan China Cekcok di PBB soal Laut China Selatan
Selasa, 10 Agustus 2021 - 10:16 WIB
loading...
A
A
A
"Konflik di Laut China Selatan, atau di lautan mana pun, akan memiliki konsekuensi global yang serius bagi keamanan, dan perdagangan," kata Blinken dalam pertemuan tersebut.
"Ketika sebuah negara tidak menghadapi konsekuensi karena mengabaikan aturan ini, itu memicu impunitas dan ketidakstabilan yang lebih besar di mana-mana," ujar diplomat top Amerika tersebut, seperti dikutip Reuters, Selasa (10/8/2021).
Baca juga: Kapal Induk Nuklir AS Jalani Tes Kejut dengan Bom 40.000 Pon untuk Ke-3 Kalinya
China mengklaim petak luas Laut China Selatan yang tumpang tindih dengan zona ekonomi eksklusif Vietnam, Malaysia, Brunei, Indonesia dan Filipina. Triliunan dollar dihasilkan dari lalu lintas perdagangan melalui jalur itu setiap tahunnya. Kawasan sengketa itu juga berisi daerah penangkapan ikan yang kaya dan ladang gas.
"Kami telah melihat pertemuan berbahaya antara kapal di laut dan tindakan provokatif untuk memajukan klaim maritim yang melanggar hukum," kata Blinken, yang menambahkan bahwa Washington prihatin dengan tindakan yang "mengintimidasi dan menggertak negara-negara lain agar tidak mengakses sumber daya laut mereka secara sah."
"Ketika sebuah negara tidak menghadapi konsekuensi karena mengabaikan aturan ini, itu memicu impunitas dan ketidakstabilan yang lebih besar di mana-mana," ujar diplomat top Amerika tersebut, seperti dikutip Reuters, Selasa (10/8/2021).
Baca juga: Kapal Induk Nuklir AS Jalani Tes Kejut dengan Bom 40.000 Pon untuk Ke-3 Kalinya
China mengklaim petak luas Laut China Selatan yang tumpang tindih dengan zona ekonomi eksklusif Vietnam, Malaysia, Brunei, Indonesia dan Filipina. Triliunan dollar dihasilkan dari lalu lintas perdagangan melalui jalur itu setiap tahunnya. Kawasan sengketa itu juga berisi daerah penangkapan ikan yang kaya dan ladang gas.
"Kami telah melihat pertemuan berbahaya antara kapal di laut dan tindakan provokatif untuk memajukan klaim maritim yang melanggar hukum," kata Blinken, yang menambahkan bahwa Washington prihatin dengan tindakan yang "mengintimidasi dan menggertak negara-negara lain agar tidak mengakses sumber daya laut mereka secara sah."
Lihat Juga :