Para Kontraktor Asing dalam Perang AS di Afghanistan Terdampar di Dubai

Selasa, 10 Agustus 2021 - 06:27 WIB
loading...
A A A
Tertarik ke Afghanistan oleh janji pekerjaan tetap dan upah yang jauh lebih tinggi daripada di Filipina, beberapa kontraktor Fluor yang terdampar menghabiskan bertahun-tahun bekerja di bidang konstruksi, transportasi peralatan, pemrosesan visa, dan logistik militer lainnya.

Beberapa orang bekerja di Pangkalan Udara Bagram, kompleks militer terbesar di Afghanistan, dan di Lapangan Terbang Kandahar di Afghanistan selatan.

Mereka tidak ada hubungannya dengan operasi tempur tetapi tetap menghadapi serangan roket dan risiko perang lainnya di pangkalan.

Mereka yang berbicara dengan AP mengatakan mereka mengetahui lebih banyak kontraktor dari Filipina dan negara-negara lain termasuk Nepal yang terjebak di Dubai, tetapi tidak dapat memberikan informasi yang lebih spesifik.

Dengan uang tunai mereka yang berkurang selama dua bulan singgah, sebagian besar mengatakan mereka tidak mampu melakukan apa pun selain menunggu.

Mereka menghabiskan waktu mereka menonton TV dan video-calling dengan keluarga di Filipina dari hotel, dengan Fluor menyediakan makanan sehari-hari.

Raksasa konstruksi Fluor, perusahaan yang berbasis di Irving, Texas, yang merupakan kontraktor pertahanan terbesar di Afghanistan, tidak menanggapi permintaan komentar berulang dari AP.

Departemen Pertahanan AS telah menghabiskan USD3,8 miliar untuk pekerjaan Fluor di Afghanistan sejak 2015, menurut catatan federal, sebagian besar untuk layanan logistik.

Dengan sedikit yang diketahui publik tentang proses evakuasi kontraktor perang, semakin jelas bahwa armada asing Pentagon yang tidak terlihat itu mungkin tetap demikian.

“Semua orang begitu fokus pada pasukan AS, dan juga orang Afghanistan, penerjemah, dan lainnya yang dapat menghadapi pembunuhan balas dendam oleh Taliban yang bangkit kembali,” ujar John Sifton, direktur advokasi Asia di Human Rights Watch.

“Tentang para pekerja asing yang terdampar, pemerintahan Biden dapat mengatakan, baik, perusahaan mereka dan pemerintah mereka seharusnya menggerakkan langit dan bumi untuk membawa mereka pulang,” tutur dia.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani Serius Ingin Tangkap Netanyahu, Singgung Surat Perintah ICC
Rekomendasi
Gibran Duduk di Barisan...
Gibran Duduk di Barisan Menteri saat Sidang Kabinet, Mensesneg Beri Penjelasan
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru, Imigrasi Pastikan Pencekalan Febrie Adriansyah Tetap Berlaku
Berita Terkini
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved