Para Kontraktor Asing dalam Perang AS di Afghanistan Terdampar di Dubai

Selasa, 10 Agustus 2021 - 06:27 WIB
loading...
A A A
“Persyaratan kontrak dalam perang benar-benar dapat membebaskan majikan dari tanggung jawab besar, bahkan hak untuk kembali bisa tidak pasti,” ungkap dia.

Meskipun tidak jelas berapa banyak yang masih terjebak di luar negeri setelah evakuasi, seorang jurnalis Associated Press melihat setidaknya selusin kontraktor Filipina untuk perusahaan teknik dan konstruksi Fluor terdampar di hotel Movenpick di Bur Dubai, lingkungan yang lebih tua dari negara-kota di sepanjang Dubai Creek.

Manajemen hotel menolak berkomentar, dengan mengatakan, "Tidak memiliki wewenang untuk mengungkapkan kehadiran dan informasi tamu hotel atau detail mitra perusahaan hotel karena alasan privasi."

Komando Pusat militer AS menolak mengomentari kontraktor keamanan swasta, merujuk semua pertanyaan ke perusahaan tersebut.

Kantor kontraktor militer AS dan Konsulat Filipina di Dubai tidak menanggapi permintaan komentar berulang kali tentang kontraktor Filipina yang terdampar.

Pada awal Juni, 2.491 pekerja kontrak asing tetap berada di pangkalan Amerika Serikat di Afghanistan, turun dari 6.399 orang pada April, menurut data terbaru dari Inspektur Jenderal Khusus untuk Rekonstruksi Afghanistan.

Dengan AS yang secara resmi mengakhiri misi militernya pada akhir bulan ini, sebagian besar pekerja ini telah berhasil pulang dengan penerbangan yang diatur majikan mereka, raksasa militer swasta yang selama bertahun-tahun perang memenangkan kontrak logistik Pentagon di Afghanistan senilai miliaran dolar.

Tetapi karyawan lain, yang dibawa pertama kali ke Dubai dalam perjalanan pulang setelah keberangkatan mendadak pada 15 Juni, tidak seberuntung itu.

Filipina, bersama dengan Bangladesh, Nepal, dan Sri Lanka, menghentikan penerbangan ke Uni Emirat Arab pada pertengahan Mei karena kekhawatiran varian delta yang menyebar cepat. Negara-negara itu pun berulang kali memperbarui larangan perjalanan.

Maka dimulailah persinggahan yang tampaknya tak berkesudahan yang oleh beberapa pekerja Filipina digambarkan kepada AP sebagai salah satu kecemasan dan kebosanan yang tak henti-hentinya.

Para kontraktor berbicara dengan syarat anonim, mengutip gentingnya situasi mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Tragis! 5 Orang Sekeluarga...
Tragis! 5 Orang Sekeluarga Tewas Disambar Petir
Rekomendasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved