Berseteru, Presiden Brazil Sebut Hakim Agung 'Anak Pelacur'
Sabtu, 07 Agustus 2021 - 12:02 WIB
loading...
A
A
A
Kritikus mengatakan Bolsonaro, seperti mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menabur kecurigaan jika dia kalah dalam pemilihan presiden tahun depan. Dia telah mengancam tidak akan menerima hasilnya jika sistem tidak diubah.
Baca juga: Bunuh Anak karena Tangisnya Ganggu Hubungan Seks, Ibu Muda Dipenjara 15 Tahun
Dengan popularitasnya yang jatuh setelah angka kematian terkait COVID-19 tertinggi kedua di dunia, jajak pendapat menunjukkan Bolsonaro berada di bawah mantan presiden sayap kiri Luiz Inacio Lula da Silva, meskipun tak satu pun dari mereka secara resmi mengumumkan bahwa mereka akan mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilu nanti.
Awal pekan ini Mahkamah Agung menyetujui penyelidikan atas tuduhan tidak berdasar presiden tentang penipuan atau kecurangan pemilih.
Pada hari Kamis, dalam kemunduran terburuk Bolsonaro di Kongres sejak menjabat pada 2019, sebuah komite majelis rendah memilih untuk mengesampingkan amandemen konstitusi yang telah dia dorong yang akan mengadopsi surat suara yang dicetak.
Ketua Parlemen; Arthur Lira, mengatakan bahwa dia akan memasukkan amandemen kontroversial ke pleno meskipun komite kalah. Dia menjelaskan keputusan tersebut mengatakan bahwa resolusi cepat lebih disukai karena ketegangan politik atas masalah ini menghambat agenda legislatif negara.
Proposal itu tidak diharapkan untuk membersihkan majelis rendah di mana amandemen konstitusi membutuhkan tiga perlima suara.
Baca juga: Bunuh Anak karena Tangisnya Ganggu Hubungan Seks, Ibu Muda Dipenjara 15 Tahun
Dengan popularitasnya yang jatuh setelah angka kematian terkait COVID-19 tertinggi kedua di dunia, jajak pendapat menunjukkan Bolsonaro berada di bawah mantan presiden sayap kiri Luiz Inacio Lula da Silva, meskipun tak satu pun dari mereka secara resmi mengumumkan bahwa mereka akan mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilu nanti.
Awal pekan ini Mahkamah Agung menyetujui penyelidikan atas tuduhan tidak berdasar presiden tentang penipuan atau kecurangan pemilih.
Pada hari Kamis, dalam kemunduran terburuk Bolsonaro di Kongres sejak menjabat pada 2019, sebuah komite majelis rendah memilih untuk mengesampingkan amandemen konstitusi yang telah dia dorong yang akan mengadopsi surat suara yang dicetak.
Ketua Parlemen; Arthur Lira, mengatakan bahwa dia akan memasukkan amandemen kontroversial ke pleno meskipun komite kalah. Dia menjelaskan keputusan tersebut mengatakan bahwa resolusi cepat lebih disukai karena ketegangan politik atas masalah ini menghambat agenda legislatif negara.
Proposal itu tidak diharapkan untuk membersihkan majelis rendah di mana amandemen konstitusi membutuhkan tiga perlima suara.
Lihat Juga :