Trump Berubah Lagi, Tiba-tiba Naikkan Tarif Global dari 10 Jadi 15%

Minggu, 22 Februari 2026 - 08:20 WIB
loading...
Trump Berubah Lagi,...
Presiden Donald Trump tiba-tiba naikkan tarif global dari 10 persen menjadi 15 persen setelah kebijakan tarif globalnya dibatalkan Mahkamah Agung AS. Foto/White House
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengumumkan peningkatan tarif global barunya dari 10% menjadi 15%. Langkah ini dilakukan sehari setelah Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian besar tarif yang telah diberlakukannya sebelumnya oleh pemerintah Trump.

Pada hari Jumat, pengadilan tertinggi Amerika tersebut memutuskan bahwa International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) atau Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional tahun 1977 tidak memberi Trump wewenang untuk memberlakukan apa yang ia sebut sebagai tarif timbal balik pada hampir setiap negara.

Baca Juga: Trump Umumkan Tarif Global Baru 10% setelah Kalah di Mahkamah Agung AS

Trump menanggapi dengan segera memperkenalkan tarif global 10% lainnya berdasarkan undang-undang terpisah, menggunakan Trade Act of 1974 (Undang-Undang Perdagangan tahun 1974).

Pada hari Sabtu (21/2/2026), Trump berubah lagi. Dia mengatakan bahwa pihaknya akan menaikkan tarif ke tingkat 15% yang sepenuhnya diizinkan dan diuji secara hukum. Dia pun mengecam keputusan Mahkamah Agung. "Konyol, ditulis dengan buruk, dan sangat anti-Amerika," katanya.

Trump mengatakan pemerintahnya akan mencari cara untuk memberlakukan tarif baru dan yang diizinkan secara hukum dalam beberapa bulan mendatang. Sebelumnya dia berjanji untuk meluncurkan investigasi terhadap praktik perdagangan luar negeri yang berpotensi tidak adil yang dapat menyebabkan tarif tambahan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Fasilitas Baru Arab...
Fasilitas Baru Arab Saudi, Umrah Berkali-kali dalam Setahun Cukup Ajukan Visa 1 Kali
Rekomendasi
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved